Kemenko menanamkan nilai-nilai kemaritiman melalui pendidikan PAUD, SD, SMP, SMA dan SMK Non-Kemaritiman, serta mempromosikan budaya makan ikan.
Kepala Pusat Kurikulum dan Perbukuan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Awaluddin Tjalla mengatakan, kurikulum kemaritiman bertujuan memberikan acuan bagi pembuat kebijakan di tingkat pusat dan daerah, pendidik, tenaga kependidikan dalam mengembangkan dan melaksanakan kurikulum kemaritiman.
Menurut Awaluddin, kurikulum kemaritiman dapat memberikan ruang kreatif kepada Guru. “Silabus yang telah disiapkan merupakan salah satu model untuk memberikan inspirasi atau dengan kata lain dapat menjadi contoh,” ujarnya.
Dengan silabus tersebut, diharapkan dapat dikembangkan para guru sesuai dengan konteks yang relevan. Ruang lingkup kemaritiman ini meliputi Sumber daya maritim, geopolitik, hukum, keamanan maritim, geomaritim dan dinamika laut. Selain itu, sejarah, budaya dan inovasi maritime, serta transportasi laut dan industri maritime.
Dalam Rakor Perluasan Sekolah Percontohan di 21 Provinsi ini terdapat rangkaian acara paparan contoh baik (best practices) implementasi kurikulum kemaritiman di sekolah percontohan tahun 2018.
Pembelajaran best practices ini diwakili TK, SD, SMP hingga SMK terpilih. Masing-masing dari TK Terpadu Padre Annibale School dari Maumere, SDN Tegal Sari 4 Kota Tegal, SMPN 5 Sabang Kota Sabang dan SMK Perikanan Kabupaten Pangkep.*





Komentar tentang post