Namun demikian, meski pertumbuhan lapangan usaha ini melambat tahun 2023, tidak mengalami minus. Dalam enam tahun terakhir kategori lapangan usaha informasi dan komunikasi tetap positif.
Pada tahun 2018 PDRB informasi dan komunikasi di Kota Gorontalo12,14 persen, tahun 2019 PDRB 9,83 persen, tahun 2020 PDRB 7,25 persen. Kemudian, tahun 2021 PDRB 3,26 persen, tahun 2022 PDRB 6,33 persen dan tahun 2023 PDRB 4,08 persen.
Adapun kategori informasi dan komunikasi juga mencakup produksi dan distribusi informasi dan produk kebudayaan, persediaan alat untuk mendistribusikan produk-produk kegiatan komunikasi, informasi, teknologi informasi dan pengolahan data serta dan kegiatan jasa informasi lainnya.
Dalam buku PDRB Kota Gorontalo tahun 2019 – 2023, Kepala Badan Pusat Statistik Kota Gorontalo, Sri Dewi Monoarfa, menjelaskan bahwa buku tersebut merupakan kelanjutan dari penerbitan tahun-tahun sebelumnya, yang disusun oleh BPS Kota Gorontalo.
Dalam buku yang diterbitkan Maret 2024, publikasi tersebut menyajikan tinjauan perkembangan perekonomian Kota Gorontalo secara deskriptif.
Untuk menyusun PDRB menggunakan dua pendekatan: produksi dan penggunaan. Keduanya menyajikan komposisi data nilai tambah yang dirinci menurut sumber kegiatan ekonomi (lapangan usaha) dan menurut komponen penggunaannya.




