Peralatan-peralatan tersebut terpasang di lima kapal, masing-masing KRI Rigel, Rubber Boat (RB) 206 Kantor SAR Bandung, Baruna Jaya BPPT, Kapal Dominos dan Teluk Bajau Pertamina. Pada sektor ini juga mengerahkan penyelam-penyelam dari Basarnas Special Group (BSG), Denjaka, Kopaska, Taifib, Marinir, dan penyelam-penyelam handal lainnya.
Sementara di sektor 2, terdapat 40 kapal lebih dari Basarnas, TNI-Polri, Kementerian Perhubungan, Polair, KPLP, Bea Cukai, ditambah kapal-kapal nelayan dan Potensi SAR lainnya.
Hingga Kamis malam pukul 20.00 WIB, sebanyak 65 kantong jenazah telah berhasil dievaluasi tim SAR dalam operasi jatuhnya pesawat Lion Air JT-610. Seluruh jenazah telah diberi label dan dievakuasi ke RS Polri Kramat Jati untuk diidentifikasi lebih lanjut.
Pesawat Lion Air dengan nomor penerbangan JT 610 rute Cengkareng – Pangkalpinang mengalami kecelakaan 13 menit setelah lepas landas dari Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta, Senin (29/10). Pesawat dengan personal on board sebanyak 189 orang itu jatuh di kawasan Perairan Karawang.*





Komentar tentang post