Selanjutnya, bagian black box tersebut dibawa ke Posko Terpadu di Jakarta International Container Terminal (JICT) 2 Pelabuhan Tanjung Priok dengan menggunakan Rigid Inflatable Boat (TIB) milik Taifib. Sampai di posko, rombongan Ketua KNKT yang membawa black box disambut Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi untuk selanjutnya digelar konferensi pers.
“Kami mengucapkan terima kasih atas kerja sama dan jerih payah seluruh tim SAR sehingga pada pagi hari tadi dapat menemukan bagian black box,” kata Ketua Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) Soerjanto Tjahjono.
Menurut Soerjanto, bagian ini kemungkinan besar Fligh Data Recorder yang akan menjawab berapa kecepatan, arah, ketinggian kecepatan, dan semua data terkait pesawat.
Soerjanto berharap, black box satunya, yaitu Cockpit Voice Recorder (CVR) dapat segera ditemukan untuk mengungkap penyebab kecelakaan.
Dari lokasi pencarian, Basarnas telah membagi tugas semua asset yang terlibat dalam operasi. Area pencarian terbagi dalam 2 sektor atau prioritas pencarian.
Pasa sektor 1, tim SAR melaksanakan pencarian dengan search pattern (pola pencarian) creeping. Pada search area prioritas 2, tim SAR menggunakan pola pencarian pararel.
Pada sektor 1, kapal-kapal yang beroperasi dilengkapi dengan alat pendeteksi bawah air seperti Multi Beem Echo Sounder (MBES), Side Scan Sonar, ROV dan Ping Locator untuk mendeteksi sinyal dari black box.





Komentar tentang post