Widodo S Pranowo: Sirkulasi Arus di Selatan Jawa dan Bali Akhir 2019

Sirkulasi arus permukaan laut di Jawa, Selatan Jawa, Bali dan Lombok akhir 2019. WIDODO S PRANOWO

SECARA umum, sirkulasi arus permukaan di Laut Jawa dan Selatan Jawa, serta Selat Lombok pada permulaan musim angin barat merupakan satu kesatuan sistem sirkulasi arus yang menarik untuk dibahas.

Berikut ini penjelasan Kepala Laboratorium Data Laut & Pesisir Pusat Riset Kelautan Badan Riset dan SDM Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Dr Ing Widodo S Pranowo tentang Sirkulasi Arus di Selatan Jawa:

Pada awal Desember 2019, arus di Laut Jawa bergerak ke timur karena dorongan angin dari barat, sebagian besar akan berbelok masuk ke Selat Lombok, melewati Selat Lombok menuju ke Selatan. Kemudian berbelok ada yang ke arah Barat dan Barat laut ketika keluar di Selatan Selat Lombok.

Arus di Laut Jawa dan Selatan Jawa. ANIMASI: WIDODO S PRANOWO

Ketika arus menuju ke arah Barat dan Barat Laut ini menjadi sangat dinamis, bertemu dengan arus susur pantai selatan Jawa yang menuju ke timur, yang mulai menguat pada pertengahan Desember 2019.

Pertemuan kedua arus tersebut membangkitkan arus pusaran yang searah jarum jam (Siklonik Eddy) di selatan Selat Bali. Gaya konvergensi massa air yang dibangkitkan oleh arus pusaran ini mengakibatkan massa air di lapisan bawah pada kedalaman tertentu terdorong menuju ke atas atau ke permukaan (upwelling).

Hal ini menjadi sebuah anomali yang unik karena siklonik upwelling di Selatan Jawa dan Bali umumnya pada kondisi normal berakhir pada Oktober. Namun ternyata masih dijumpai kemunculannya hingga menjelang akhir Desember 2019.

Ini mungkin disebabkan adanya pengaruh dari Indian Ocean Dipole (IOD) positif yang ekstensif hingga akhir tahun 2019, seperti yang diprediksikan oleh BMKG.

Kondisi Arus di perairan sekitar Pantai Sidayu, Gianyar, Bali:

Sepanjang Desember 2019 arah arus harian dominan menuju ke selatan, yakni menuju ke arah luar Selat Badung lalu terus menuju ke Samudera Hindia.

Arus Bali. ANIMASI: WIDODO S PRANOWO

Kecepatannya sekitar 0,5 meter per detik, sehingga segala material dengan berat jenis ringan dapat dengan mudah terangkut oleh arus tersebut berpindah posisi ke selatan sejauh 300 meter dalam waktu 10 menit dari posisi sebelumnya.*

Exit mobile version