Sebagai contoh, di Amerika Serikat, TPA sampah kota merupakan sumber emisi metana terbesar ketiga yang disebabkan oleh aktivitas manusia.
Masalah ini berkaitan erat dengan besarnya jumlah limbah makanan yang terus-menerus dihasilkan di seluruh dunia.
Menurut laporan UNEP, lebih dari satu miliar porsi makanan tidak habis dikonsumsi setiap harinya, dan 60 persen dari “gunung makanan yang terbuang” ini berasal dari rumah tangga.
Hal ini berarti sumber daya yang digunakan untuk memproduksi makanan yang tidak dikonsumsi tersebut juga ikut terbuang percuma.
Organisasi Pangan dan Pertanian PBB (FAO) memperkirakan bahwa 1,4 miliar hektare lahan—atau sekitar 28 persen dari lahan pertanian dunia—digunakan untuk memproduksi makanan yang pada akhirnya tidak dikonsumsi, sementara air yang digunakan untuk menanam dan mengolah makanan tersebut juga terbuang sia-sia.
Mengingat perluasan lahan pertanian masih menjadi penyebab utama deforestasi, limbah makanan turut berkontribusi pada penebangan pohon yang sebenarnya tidak perlu—pohon-pohon yang seharusnya bisa terus menyerap karbon dioksida dari atmosfer.
Di sisi lain, gas metana yang dilepaskan oleh limbah makanan yang membusuk memiliki masa hidup yang singkat: gas ini terurai jauh lebih cepat di atmosfer dibandingkan karbon dioksida.



