Kisah ini antara lain menceritakan Laki-laki pemabuk yang tak bertanggung jawab.
Cerita tragedi dan tragis ini dikisahkan di masa silam dalam seni bersajak Tanggomo.
Episode pertama, dibuka dengan baris Bisimila molumulo ‘dengan nama Allah mulai’. Baris kedua, Bisimila tumulalo ‘dengan nama Allah dimulai’.
Episode pembuka ini menggambarkan seorang suami yang suka main judi dan tidak suka memberi belanja kepada istrinya.
Sosok Toro hidup sepenuhnya dipersembahkan di meja judi dan alkohol. Pulang rumah selalu menuntut bukan-bukan. Makan enak harus tersedia di meja.
Padahal, Toro tak memberi sepeser pun uang belanja untuk istrinya. Kalau tak dipenuhi, istri dicaci, ditendang, ditampar dan dipukul tanpa ampun.
Episode selajutnya, setelah memukul, Toro kembali ke meja judi. Istrinya, bergegas pergi ke warung dan mengutang bahan makanan.
Istri mengambil air. Kemudian membawa anak sulung untuk dititipkan ke neneknya.
Setelah tiba kembali di rumah, istri memasak nasi, memarut kelapa, mengiris dan menumbuk rempah-rempah.
Istri memandikan anaknya yang bungsu, mengganti pakaian anak itu, menyusukannya dan mencium anak tersebut.

“Tak lama kemudian Toro pulang ke rumah. Lalu makan berturut-turut masakan istrinya. Pada ikan bungkus ia tergigit pada kelingking anaknya, lalu ia melihat buaian anaknya yang tinggal ditaruh anak batu, maka dihancurkannya buaian itu bersama perkakas rumah dan dinding rumahnya.”





Komentar tentang post