
Pada bagian tersebut terkandung senyawa aktif seperti flavonoid, kalium, saponin, mucilage dan vitamin C, yang bermanfaat sebagai detoks alami, penurun kolesterol dan gula darah, serta peningkat daya tahan tubuh.
“Kami ingin memperkenalkan kepada masyarakat bahwa rambut jagung bukan limbah. Ini adalah obat herbal alami yang murah, mudah diolah, dan berkhasiat,” ujarnya.
Dari hasil pelatihan dan observasi lapangan, tim KKN UNG mengembangkan produk bernama Teh Koja, yang dibuat melalui proses sederhana yakni pemanenan rambut jagung secara selektif, proses pencucian dengan air bersih agar bebas kotoran, serta dilakukan pengeringan menggunakan sinar matahari selama beberapa hari.
Kemudian yang terakhir dilakukan pengolahan dengan metode penggilingan ringan dan pengemasan higienis. Minuman ini tidak hanya menyegarkan, tapi juga berfungsi sebagai detoksifikasi alami dan pencegahan penyakit ringan, kata Adam.
Antusiasme yang ditunjukan masyarakat dengan produk Teh Koja sangat luar biasa, bahkan mereka sangat terbuka terhadap pelatihan untuk pengolahan produk tersebut.
Kepala Desa Kotaraja menyampaikan dukungannya untuk menjadikan Teh Koja sebagai unit usaha home industry, melibatkan para ibu rumah tangga untuk mengolah dan memasarkan produk secara mandiri.




