Selain pada gugus bola, dipastikan dark matter ada juga pada galaksi Bimasakti. Hal itu diketahui dari kurva kecepatan bintang-bintangnya.
Menurut sarjana astronomi Institut Teknologi Bandung (ITB) yang menyelesaikan master dan doktor di Universitas Kyoto tersebut, jika memperhitungkan bintang-bintang yang tampak saja, kurvanya semestinya menurun karena semakin jauh dari pusat itu kecepatannya makin rendah, sesuai hukum Kepler.
Namun kenyataannya, kecepatan bintang-bintang di bagian tepi galaksi justru cenderung bergerak lebih cepat dengan pola kurva datar.
“Artinya, ada materi gelap yang mempengaruhi dinamika dari bintang-bintang tersebut, yaitu lubang hitam yang sangat masif di pusat galaksi,” ujarnya.
Menurut Eliani, keberadaa gugus bola berada di luar galaksi Bimasakti dan mengitarinya. Gaya pasang surut eksternal dari galaksi tersebut berdampak pada berkurangnya materi gelap di bagian luar gugus.




