Para pemangku kepentingan lokal sangat memahami wisata hiu paus sebagai sarana pertumbuhan ekonomi, dan ada yang beralih dari penangkapan ikan tradisional ke kegiatan terkait pariwisata.
Namun demikian, tantangan tetap ada dalam bentuk keterbatasan sumber daya, kekurangan infrastruktur, dan persaingan antara operator pariwisata dan konservasi laut.
Selain itu, kegiatan ini dapat menyebabkan tantangan lingkungan seperti degradasi terumbu karang, polusi, dan gangguan terhadap satwa liar. Karena itu, ada kebutuhan mendesak untuk praktik pariwisata berkelanjutan
Analisis sosial ekonomi pariwisata di pantai Botubarani penting dilakukan tidak hanya menyangkut siapa saja yang terlibat dan memanfaatkan peluang ekonomi, namun juga keberadaan hiu paus itu sendiri sebagai satwa laut yang dilindungi di Indonesia dan internasional
Signifikansi budaya dan ekonomi wisata hiu paus terkait erat dengan kepentingan ekologi. Pantai Botubarani telah mendapat pengakuan sebagai tujuan wisata hiu paus. Kemunculan hiu paus di perairan Gorontalo Teluk Tomini menjadikannya lokasi yang ideal untuk ekowisata dan geowisata.
Untuk itu, memahami dinamika di antara berbagai pemangku kepentingan yang terlibat dalam konservasi dan pariwisata hiu paus di Pantai Botubarani sangat penting untuk memastikan praktik pariwisata yang berkelanjutan.