Menurut Safri, kita sudah punya basic. Seperti budi daya perikanan yang memperhatikan kelestarian lingkungan dan kearifan lokal, pelayaran rakyat, pariwisata dan olah raga bahari.
Semua dapat meningkatkan ekonomi maritim. Untuk mewujudkannya, diperlukan kerja bersama. Ini bukan hanya tugas Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan atau Kemenko Kemaritiman.
Safri mengatakan, kurikulum kemaritiman kerja sama Kemenko Kemaritiman dan Kemendikbud pada 2019 diimplementasikan di 34 provinsi. “Kurikulum kemaritiman merupakan bagian dari pendidikan budaya, suatu penguatan dasar. Harapan kita, Ditjen Kebudayaan Kemendibud turut memantau,” katanya.
Tantangan untuk menggaungkan kembali budaya maritim telah menjadi perhatian Kemenko Kemaritiman demi mewujudkan Indonesia menjadi Poros Maritim Dunia. Budaya adalah bagian dari karakter atau jati diri bangsa. Salah satu Praktisi maritim Horst Liebner yang menjadi peserta Dialog Budaya dalam paparannya menjelaskan bahwa teknologi maritim nusantara pada masa lampau sudah sangat tinggi.
Hal ini terlihat dalam catatan perjalanan kapal-kapal ekspedisi Eropa maupun artefak-artefak peninggalan kerajaan. Catatan perjalanan kapal Portugis Flor de la Mar pernah menyerang jung (kapal) kerajaan Pasai yang panjangnya 40M. Jadi lebih besar dari kapal Portugis.





Komentar tentang post