LAUTAN yang luas belum menjadi jaminan bagi kehidupan spesies paus dan mamalia laut lainnya. Kerusakan habitat, polusi, limbah sampah plastik dan perburuan mamalia laut masih menjadi ancaman nyata bagi spesies ini di lautan.
Hari ini, 17 Februari, berbagai komunitas pencinta lingkungan, pencinta laut dan satwa menyampaikan pesan untuk perlindungan mamalia laut melalui World Whale Day (Hari Paus Sedunia).
Melalui media sosial pesan perlindungan mamalia laut ini disampaikan, seperti yang dilakukan akun Twitter @oceana, Blue Planet Society @seashepherd, @OrcaSOS, @pewenvironment dengan tagar #WorldWhaleDay.

Hari Paus Sedunia didedikasikan untuk meningkatkan kesadaran atas perlindungan mamalia laut. Mulanya, peringatan ini untuk memberikan kesempatan untuk spesies paus bungkuk (Humpback whales) yang terancam punah akibat perburuan dan mati karena polusi.
Paus bungkuk memiliki panjang 12 hingg 16 meter, dengan berat ribuan kilo gram. Dalam setahun, paus bungkuk bermigrasi hingga 25 ribu kilo meter.
Pada 1980 bertempat di Maui, Hawaii dirayakan World Whale Day ini untuk menghormati paus bungkuk yang berenang di lepas pantai, saat bermigrasi di musim dingin. Perayaan ini diselenggarakan oleh Pacific Whale Foundation.
Hal ini untuk mengingatkan bahwa paus dan spesies mamalia laut lainnya membutuhkan dukungan dalam menghadapi tantangan seperti polusi, hilangnya habitat dan perburuan.*





Komentar tentang post