Menurut Safri, sasaran pemahaman kemaritiman sangat penting. Apalagi sebagian besar terutama anak-anak Indonesia masih minim pemahaman terkait kemaritiman. Agar materi kemaritiman bisa tepat sasaran, maka terlebih dahulu guru yang harus mengetahui materi kemaritiman.
“Jadi, kita akan terus mengoptimalkan sesuai dengan rencana kita mengemasnya dalam konsep kekinian sesuai pola belajar zaman sekarang atau milenial. Itu juga lebih memudahkan kepada guru-guru kita nanti,” ujarnya.
Dengan adanya revolusi industri 4.0, kata Safri, Kemenko Kemaritiman akan memanfaatkan teknologi melalui ICT (Information and Communication Technologies, Teknologi Informasi dan Komunikasi) untuk semua guru. Jadi bisa langsung browsing.
Direktorat Kelautan dan Perikanan Bappenas, Setiawati mengatakan, saat ini Bappenas sedang menyusun rancangan teknokratik. Tujuannya untuk membangun struktur ekonomi Indonesia yang kokoh dengan didukung SDM dan Iptek yang tangguh.
Menurut Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan Irman Yasin Limpo, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan sangat antusias dengan kurikulum kemaritiman. Hal ini dapat dilihat dengan adanya Peraturan Gubernur tentang muatan lokal bahasa daerah dan kurikulum kemaritiman.
Hadir dalam rakor Kepala Pusat Kurikulum dan Perbukuan Awaluddin Tjalla, Direktur PAUD Ditjen PAUD dan Pendidikan Masyarakat Kemendikbud Muhammad Hasbi, Kepala Balai Bahasa Sulawesi Selatan Zaenab dan Kasi Penulisan Sejarah Ditjen Kebudayaan Kemendikbud Tirmizi.





Komentar tentang post