Indonesia juga terlibat pada forum-forum Internasional yang membahas mengenai penanggulangan dan pengurangan sampah plastik.
Adapun pada pertemuan CF, Indonesia menyampaikan beberapa hal yang telah dilakukan terkait isu keselamatan navigasi pelayaran di Selat Malaka dan Selat Singapura, perlindungan lingkungan maritime. Selain itu, kebijakan serta pandangan ke depan terkait keselamatan pelayaran diantaranya update terkini tentang penetapan Traffic Separation Scheme (TSS) di Selat Sunda dan Selat Lombok.
Indonesia juga telah menginformasikan kepada Forum bahwa saat ini tengah melakukan studi tentang e-Navigasi di perairan Indonesia. Studi ini terdiri dari konsep e-Navigasi dan program pengembangannya.
Indonesia berharap dapat bekerja sama dengan Malaysia dan Singapura untuk mengembangkan konsep umum e-Navigasi regional di Selat Malaka dan Selat Singapura, yang dapat membantu pertukaran informasi antara ketiga Negara Pantai.
Tercatat sebanyak 129 orang delegasi yang berasal dari sembilan negara dan tujuh organisasi hadir pada pertemuan yang ditutup oleh Dirjen Perhubungan Laut.
Bertindak sebagai Acting Chairman dalam pertemuan Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Laut, Capt Wisnu Handoko. Sementara Ketua Delegasi Indonesia adalah Direktur Kenavigasian Basar Antonius, Ketua Delegasi Malaysia adalah Direktur Jenderal Departemen Maritim Malaysia Dato’ Hj. Baharin Abdul Hamid.





Komentar tentang post