Kamis, Juli 16, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Mengatasi Polusi Dari Sampah Elektronik

redaksi
17 Maret 2025
Kategori : Berita, Sampah & Polusi
0
Mengatasi Polusi Dari Sampah Elektronik

Ilustrasi sampah Elektronik yang berasal dari komputer. FOTO: DARILAUT.ID

Darilaut – Puluhan juta ton sampah elektronik dihasilkan manusia setiap tahunnya. Gelombang polusi yang berasal dari sampah elektronik tersebut terus melonjak.

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sampah ini sarat dengan bahan kimia beracun seperti timbal dan merkuri. Bahan berbahaya tersebut dapat mencemari daratan, laut, dan udara.

Jumlah korban sangat besar di negara berkembang, yang selama beberapa dekade telah menjadi tempat pembuangan elektronik dari negara-negara maju.

Kazakhstan selangkah lebih maju untuk mengatasi dan mengurangi polusi sampah elektronik tersebut.

Adalah Oleg Zaitsev, pria berusia 59 tahun, berada di garis depan upaya global untuk mengumpulkan apa yang disebut para ahli sebagai gelombang pasang polusi yang berasal dari komputer yang dibuang, ponsel, dan limbah elektronik lainnya.

Zaitsev adalah direktur pelaksana sebuah perusahaan yang mendaur ulang elektronik bekas di pabrik Almaty di Kazakhstan.

“Bahan berbahaya dalam limbah elektronik dapat mencemari tanah dan air, mempengaruhi lingkungan dan ketahanan pangan,” kata Zaitsev mengutip Unep.org.

Perusahaannya merupakan bagian dari Alliance for Circular Electronics di Asia Tengah, mitra Program Lingkungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNEP).

“Proses daur ulang yang tepat dapat mengurangi risiko ini,” ujarnya.

Halaman 1 dari 2
12Selanjutnya
Tags: Limbah ElektronikPolusiSampah ElektronikUNEP
BagikanTweetKirimKirim
Previous Post

La Nina di Samudra Pasifik Transisi Menuju Fase ENSO Netral

Next Post

Tiap Tahun Manusia Menghasilkan 62 juta Ton Sampah Elektronik

Postingan Terkait

Solidaritas Jurnalis Bali Desak PN Denpasar Tolak Gugatan Perdata 4 Perusahaan Media

Solidaritas Jurnalis Bali Desak PN Denpasar Tolak Gugatan Perdata 4 Perusahaan Media

15 Juli 2026
Krisis Teluk Persia dan Selat Hormuz Berdampak pada Ketahanan Pangan di Seluruh Dunia

IMO Mengutuk Serangan Terhadap Pelaut di Selat Hormuz

15 Juli 2026

21 Penyu Hijau Selundupan di Bali Dilepas ke Habitat Aslinya

Mahasiswa KKN Profesi Kesehatan UNG Dingatkan Memberikan Solusi Bagi Masyarakat

448 Mahasiswa KKN UNG Berfokus Turunkan Angka Kematian Ibu dan Anak

Perburuan Paus, Praktik Grindadráp di Kepulauan Faroe Berbeda dengan Lamalera

Konservasi Paus Berkelanjutan di Lamalera Laut Sawu Nusa Tenggara Timur

BRIN Bahas Konservasi Integratif Paus Berbasis Kosmologi Hidup Masyarakat Adat Lamalera

Next Post
Tiap Tahun Manusia Menghasilkan 62 juta Ton Sampah Elektronik

Tiap Tahun Manusia Menghasilkan 62 juta Ton Sampah Elektronik

TERBARU

Solidaritas Jurnalis Bali Desak PN Denpasar Tolak Gugatan Perdata 4 Perusahaan Media

IMO Mengutuk Serangan Terhadap Pelaut di Selat Hormuz

21 Penyu Hijau Selundupan di Bali Dilepas ke Habitat Aslinya

Mahasiswa KKN Profesi Kesehatan UNG Dingatkan Memberikan Solusi Bagi Masyarakat

448 Mahasiswa KKN UNG Berfokus Turunkan Angka Kematian Ibu dan Anak

Perburuan Paus, Praktik Grindadráp di Kepulauan Faroe Berbeda dengan Lamalera

AmsiNews

REKOMENDASI

Ini Sejumlah Kawasan Konservasi yang Mulai Dibuka

Gempa 7,1 SR Guncang Kepulauan Talaud

WALHI Gorontalo Menggelar Diskusi Transisi Energi Palsu

Yowan Tamu Raih Jabatan Guru Besar Antropologi

Sonny Mumbunan: Insentif Kawasan Konservasi Papua Barat dengan Indikator Tutupan Lahan

Jejak Sesar Aktif di Indonesia Banyak Tertimbun Proses Sedimentasi

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.