“Produk ini diharapkan menjadi alternatif mi yang lebih sehat sekaligus mendukung diversifikasi pangan nasional,” kata Lia seperti dikutip dari Brin.go.id.
Sorgum memiliki karakteristik yang berbeda dibandingkan gandum ataupun bahan baku lokal lainnya seperti beras, jagung, dan ubi kayu.
Mi bebas gluten berbasis sorgum yang dihasilkan merupakan mi kering. Mi kering adalah mi segar yang telah melalui proses pengeringan hingga kadar airnya mencapai sekitar 8–10%.
Menurut Lia, secara umum proses pembuatan mi kering berbahan terigu meliputi tahapan pencampuran adonan (dengan penambahan bahan tertentu untuk menutupi kekurangan bahan baku).
Kemudian, pencetakan lembaran (sheeting), pembentukan untaian (slitting), pengukusan (steaming) bila diperlukan, pemotongan, hingga menghasilkan bentuk khas mi.
Mi kering diperoleh dengan cara mengeringkan mi mentah sehingga dapat disimpan lebih lama. Namun, mi kering cenderung mudah patah sehingga memerlukan penanganan yang hati-hati, terutama pada tahap pengemasan dan pemasaran.
Meski demikian, kata Lia, dalam bentuk kering, mi memiliki umur simpan yang lebih panjang serta lebih mudah dalam penyimpanan dan distribusi.
Secara umum proses pembuatan mi dapat dikelompokkan ke dalam dua teknik utama. Teknik calendering (sheeting–slitting) dan teknik ekstrusi.




