Selasa, Mei 5, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Menilai Kesehatan Ekosistem Sungai Dengan Makrozoobentos

redaksi
23 Oktober 2020
Kategori : Berita, Kesehatan, Sampah & Polusi
0
Menilai Kesehatan Ekosistem Sungai Dengan Makrozoobentos

Untuk menilai kesehatan ekosistem sungai dengan indikator makrozoobentos. FOTO: DARILAUT.ID

Pencemaran dan perubahan habitat di sekitar perairan mengakibatkan kerusakan ekosistem.

Menurut Guru Besar Institut Teknologi Bandung (ITB) Prof Barti Setiani Muntalif PhD, makrozoobentos merupakan organisme mikro-invertebrata (hewan invertebrata berukuran kecil) yang hidupnya melekat di dasar sungai, antara batuan dan dalam runtuhan bahan organik. Selain itu hidup di batang kayu, dan ekosistem dekat perairan sungai lainnya.

Dalam orasi ilmiah Forum Guru Besar ITB dengan judul “Pengembangan Bioindikator Sebagai Upaya Pengelolaan Kualitas Air Sungai”, akhir September 2019 di Aula Barat ITB, Barti mengatakan, proses dekomposisi ini berperan penting terutama dalam regenerasi unsur hara dan nutrien sehingga menunjang keberlangsungan ekosistem sungai.

Contoh makrozoobentos adalah Annelida (cacing cincin), Sulcospira sp. (siput air tawar) dan Rhyacophilia sp (sejenis kepik).

Organisme ini umumnya mempunyai kemampuan untuk menghancurkan material yang besar menjadi lebih kecil dan partikel tersebut akan menjadi substrat (medium) bakteri untuk berkembang biak.

Penggunaan makrozoobentos sebagai bioindikator ini memiliki beberapa keuntungan, yaitu mampu merefleksikan kondisi lokal suatu ekosistem sungai. Kemudian, mempunyai siklus hidup yang relatif panjang (lebih dari 1 tahun), mudah di-sampling, tingkat sensitivitas yang beragam terhadap polutan, dan keberadaannya relatif melimpah.

Halaman 2 dari 3
Sebelumnya123Selanjutnya
Tags: Indikator MakrozoobentosITBKesehatan EkosistemLIPI
Bagikan5Tweet3KirimKirim
Previous Post

Hanya 8 Persen Sungai di Indonesia Tercemar Ringan, 46 Persen Berat

Next Post

Kemenhub Rancang Alur Pelayaran Pelabuhan Tual dan Dobo

Postingan Terkait

Bibit 93W di Laut Filipina Berpeluang Menjadi Siklon Tropis

92W Berada di Dekat Palau, 93W Berpeluang Menguat

5 Mei 2026
UNG Berkolaborasi dengan Pegadaian Hadirkan The Gade Creative Lounge

UNG Berkolaborasi dengan Pegadaian Hadirkan The Gade Creative Lounge

5 Mei 2026

Krisis di Pantura Jawa Diperparah Kenaikan Muka Air Laut dan Penurunan Tanah

65,8 Persen Pantai Utara Jawa Mengalami Erosi

Dr. Raghel Yunginger: Pencapaian SDGs di Daerah Belum Optimal

Tarsius yang Ditemukan di Gorontalo Berpotensi Hasil Persilangan Dua Spesies Berbeda

PBB Mendesak Agar Serangan Terhadap Pekerja Media dan Jurnalis Diakhiri

Asia Selatan Bersiap Menghadapi Curah Hujan di Bawah Normal dan El Nino

Next Post
Kemenhub Rancang Alur Pelayaran Pelabuhan Tual dan Dobo

Kemenhub Rancang Alur Pelayaran Pelabuhan Tual dan Dobo

Komentar tentang post

TERBARU

92W Berada di Dekat Palau, 93W Berpeluang Menguat

UNG Berkolaborasi dengan Pegadaian Hadirkan The Gade Creative Lounge

Krisis di Pantura Jawa Diperparah Kenaikan Muka Air Laut dan Penurunan Tanah

65,8 Persen Pantai Utara Jawa Mengalami Erosi

Dr. Raghel Yunginger: Pencapaian SDGs di Daerah Belum Optimal

Tarsius yang Ditemukan di Gorontalo Berpotensi Hasil Persilangan Dua Spesies Berbeda

AmsiNews

REKOMENDASI

Lima Korban Kapal Cahaya Arafah Ditemukan di Kedalaman 48 Meter

Hilal 1 Syawal 1446 H Tidak Terlihat di Gorontalo

Menteri Susi: Penegakan Hukum Pagar Terbaik Laut Kita

Menyumbang 99% di Bumi, Air Tanah Sering Kurang Dihargai

Ini Cara Memperoleh Tarif 0% Ekspor Tuna ke Jepang

Mengenal Paus Minke, Balaenoptera acutorostrata

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.