Salah satu upaya yang dilakukan pemerintah adalah integrasi situs dan aplikasi pemerintahan melalui satu data Indonesia serta pembangunan infrastruktur penunjang digitasi di berbagai desa di seluruh Indonesia.
Menurut Menteri PPN/Kepala Bappenas, sifat kota yaitu memberikan pelayanan maksimal bagi penduduknya. Salah satu bentuk interaksi dan transaksi antara pemerintahan kota dan masyarakat kota adalah pelayanan publik.
Dengan pelayanan publik yang maksimal, kata Suharso, masyarakat kota bisa beraktivitas dengan tingkat produktivitas tinggi. Hasil produktivitas masyarakat kota bisa kembali memberi manfaat kepada kota.
Oleh karena itu, dibutuhkan kota cerdas dengan sistem dan pendekatan infrastruktur penunjang yang terintegrasi dan efektif.
Adapun enam pendekatan cerdas pada infrastruktur penunjang, antara lain smart transportation, smart building, smart water, smart energy, smart waste management, dan smart services. Keberadaan smart infrastruktur merupakan dasar smart governance yang juga merupakan bagian dari smart city.
Suharso mengatakan ujung dari ini (strategi smart city) adalah sustainability terhadap penduduk, bumi, dan menghasilkan kesejahteraan warga. Smart city tidak selamanya dimulai dengan kapasitas pembangunan infrastuktur digital yang luar biasa.





Komentar tentang post