“Kalau waktu itu kita tidak proaktif, komunikasinya jelek, bisa diembargo produk kita (oleh AS), habislah kita,” ujar Susi.
Susi mengatakan, dulu Tiongkok diberikan kuota ekspor perikanan oleh AS hingga 60 persen, sementara Indonesia hanya 12-20 persen. Ketimbang menjual barang negara yang sedang terkena anti dumping, seharusnya pengusaha perikanan Indonesia meningkatkan pembangunan pertambakan baik yang tradisional maupun intensif.
“Jangan salah, di Amerika asosiasi shrimp farmer-nya itu kuat sekali. Anti dumping itu adalah usulan mereka untuk memproteksi mereka punya industri. Di sinilah kita harus sadar. Saya tidak mau lagi dengar selama saya memimpin KKP ada pengusaha Indonesia yang berbuat begini,” kata Susi.
Menteri Susi meminta, apa yang terjadi sekarang, trade war ini membangkitkan industri di Indonesia. Jangan malah kita menghidupkan industri negeri orang.
Saat ini, produk perikanan, terutama udang Indonesia mungkin akan sangat sulit bersaing dengan India agar dapat masuk ke pasar AS. Pasalnya, India dan AS telah menyepakati sistem konsinyasi, sehingga arus masuk udang India ke AS hampir tak dapat ditandingi.*





Komentar tentang post