Setelah 36 jam, sistem akan muncul kembali di atas Laut Cina Selatan dan melacak ke arah kutub di sepanjang tepi barat punggungan subtropis menuju celah di punggungan subtropis.
Menurut JTWC Badai Tropis Nalgae dapat memberikan dampak pada gelombang laut dengan tinggi maksimum 6,1 meter (20 feet).
Prediksi Badan Meteorologi Jepang (JMA) pada Sabtu pukul 12.00 kekuatan sistem ini akan menjadi siklon tropis yang berkembang ekstrem dengan tekanan udara pusat 985 hPa (hektopaskal).
Pada hari Minggu diperkirakan Kekuatan (jenis) bertahan sebagai siklon tropis yang berkembang ekstrem.
Badai Tropis Parah Nalgae berkembang dari bibit siklon tropis 93W sejak Sabtu (22/10). Sistem ini terbentuk di timut-timur laut Palau dan selatan barat daya Guam, Samudra Pasifik barat.
Bibit 93W kemudian menjadi depresi tropis (Tropical Depression) di Laut Filipina. Pada Rabu (26/10) sistem ini menguat menjadi Badai Tropis (Tropical Storm).
Sumber: PAGASA/Filipina, Hong Kong Observatory (hko.gov.hk), Zoom.earth/JTWC dan Badan Meteorologi Jepang/JMA





Komentar tentang post