Pemilik kapal yang ditemukan tidak mematuhi perintah tersebut akan didenda NT$50.000 hingga NT$250.000 (US$1.560 hingga US$7.800) oleh pemerintah setempat, kata Hsueh.
Namun, seorang pejabat di Kantor Manajemen Kelautan dan Perikanan Kabupaten Pingtung, Hsieh Chun-yi, mengatakan lembaganya harus berkonsultasi dengan FA untuk menentukan apakah akan mendenda pemilik kapal yang tidak mengindahkan perintah evakuasi, dengan alasan tantangan menegakkan aturan.
Ketika CNA menyampaikan tentang situasi di Donggang Kamis pagi, Hsieh mengatakan pemerintah kabupaten memerintahkan semua kapal penangkap ikan di tempat itu untuk mengevakuasi awak mereka pada hari Rabu. Hsieh akan meminta staf kantor untuk menyelidiki situasinya.
Namun, ketika dihubungi lagi pada pukul 14.30 waktu setempat, Hsieh mengatakan pihaknya telah mengizinkan awak migran untuk tetap berada di kapal meskipun Krathon telah mendarat di dekat Distrik Siaogang Kaohsiung pada pukul 12.40 siang.
Setelah lembaganya menghubungi Asosiasi Tuna Longline Taiwan (Taiwan Tuna Longline Association) dan asosiasi perikanan terkait lainnya di daerah tersebut, organisasi tersebut menyatakan keprihatinan besar atas putusnya tali tambatan, kata Hsieh kepada CNA.
“Tidak hanya anggota awak migran tetapi juga pemilik kapal Taiwan tinggal di kapal,” ujar Hsieh.




