Kamis, Mei 21, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Topan Krathon Menerjang Kaohsiung

redaksi
3 Oktober 2024
Kategori : Berita
0
Topan Krathon Menerjang Kaohsiung

Perkiraan lintasan atau jalur Topan Krathon setelah mendarat di Kaohsiung, Taiwan, Kamis (3/10). GAMBAR: JMA

Darilaut – Topan (typhoon) Krathon yang membawa angin kencang dan hujan lebat menerjang Distrik Siaogang, Kaohsiung, Kamis (3/10) siang.

Menurut Observatorium Hong Kong, pada Kamis pukul 4 sore (16.00) waktu setempat, Topan Krathon berpusat sekitar 30 kilometer di timur-timur laut. 

Setelah mendarat, sistem akan bergerak perlahan ke utara-timur laut melintasi Taiwan dan melemah secara signifikan.

Melansir Focustaiwan.tw, mata Topan Krathon mendarat di dekat Distrik Siaogang Kaohsiung di selatan Taiwan pada Kamis pukul 12.40 siang waktu setempat.

Menurut Administrasi Cuaca Pusat (CWA) topan itu bergerak dengan kecepatan delapan kilometer per jam (kph) dan bergerak ke arah utara-timur laut ketika menghantam daratan.

PAGASA (Philippine Atmospheric, Geophysical, and Astronomical Services Administration – Administrasi Layanan Atmosfer, Geofisika, dan Astronomi Filipina) mengatakan Krathon diperkirakan akan terus melemah.

Hal ini karena kombinasi aliran angin timur laut yang masuk di atas Laut Cina Timur dan Selat Taiwan, serta kandungan panas laut yang lebih rendah di sekitarnya — yang terkait dengan upwelling perairan yang lebih dingin, serta pergerakannya yang lambat selama hampir tiga hari– dan interaksi dengan medan Taiwan yang terjal.

Halaman 1 dari 2
12Selanjutnya
Tags: Hong Kong ObservatoryKaohsiungLaut Cina SelatanTaiwanTopan KrathonUpwelling
Bagikan1Tweet1KirimKirim
Previous Post

UNG Menambah Dua Tenaga Pendidik Guru Besar

Next Post

Nelayan Indonesia Dipaksa Menjaga Kapal Dari Amukan Topan Krathon di Taiwan

Postingan Terkait

WHO Umumkan Keadaan Darurat Kesehatan Wabah Virus Ebola di Afrika Tengah

Ada 600 Kasus Dugaan Virus Ebola Bundibugyo dan 139 Kematian

21 Mei 2026
Kementerian Kesehatan Tingkatkan Pengawasan Kasus Ebola di Indonesia

Kementerian Kesehatan Tingkatkan Pengawasan Kasus Ebola di Indonesia

21 Mei 2026

Harga Kuda Laut Kering Dapat Mencapai Rp 8 Juta Per Kg

Ada 13 Spesies Kuda Laut di Perairan Indonesia, Berpotensi Bertambah

Dewan Pers Meminta Pemerintah Membebaskan Wartawan dan Warga Sipil Indonesia yang ditangkap Militer Israel

Kuda Laut Masuk Spesies Appendix II

Menurunnya Populasi Kuda Laut Penanda Degradasi Lingkungan Pesisir

Pimpinan Redaksi Barakati.id Kecam Tindakan Intimidasi di Kawasan Tambang Besar di Pohuwato

Next Post
Nelayan Indonesia Dipaksa Menjaga Kapal Dari Amukan Topan Krathon di Taiwan

Nelayan Indonesia Dipaksa Menjaga Kapal Dari Amukan Topan Krathon di Taiwan

TERBARU

Ada 600 Kasus Dugaan Virus Ebola Bundibugyo dan 139 Kematian

Kementerian Kesehatan Tingkatkan Pengawasan Kasus Ebola di Indonesia

Harga Kuda Laut Kering Dapat Mencapai Rp 8 Juta Per Kg

Ada 13 Spesies Kuda Laut di Perairan Indonesia, Berpotensi Bertambah

Dewan Pers Meminta Pemerintah Membebaskan Wartawan dan Warga Sipil Indonesia yang ditangkap Militer Israel

Kuda Laut Masuk Spesies Appendix II

AmsiNews

REKOMENDASI

Perempuan Tangguh Pelaku UMKM di Indramayu

Bermain Paddle Board, Warga Amerika Hilang di Bali

Indonesia Mendukung Penuh Konservasi di Laut Lepas

La Nina, Monsun Asia dan Fenomena MJO Berpotensi Meningkatkan Curah Hujan di Indonesia

Menhub: KNKT Investigasi Musibah KM Lestari Maju

Badai Beruntun Menghantam Eropa Januari 2026, Cuaca Buruk di Libya Menyebabkan Langit Menguning

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.