Ikan nike yang ditangkap di perairan Gorontalo mengalami penurunan 14 ton per tahun. Dengan kondisi tersebut, Gorontalo akan mengalami krisis ikan nike atau kepunahan di tahun-tahun mendatang.
Penurunan ini dipengaruhi berbagai faktor, antara lain, penangkapan ikan di hulu yang tidak ramah lingkungan, vegetasi bantaran sungai yang mulai menurun dan peningkatan aktivitas pembangunan di muara Sungai.
Kemudian, peningkatan aktivitas masyarakat di sempadan sungai, dan peningkatan kegiatan penambangan pasir dan batu di sepanjang bantaran sungai.
Pemanfaatan ikan nike yang mengarah pada eksploitasi berlebihan memerlukan model kelembagaan nelayan untuk keberlanjutan spesies tersebut di perairan Gorontalo.
Saat orasi ilmiah guru besar Universitas Negeri Gorontalo pada Kamis, 12 Oktober 2023, Femy mengatakan, untuk ukuran keberlanjutan, nike akan mengalami krisis. “Nike hanya akan menjadi kisah,” ujarnya.
Keberadaan ikan nike jika dapat dipertahankan dan dibarengi dengan perbaikan pascapanen, serta didukung dengan teknologi pengolahan dan mendapat dukungan dari pemerintah, maka dapat memberikan jaminan kesejahteraan bagi para nelayan nike dan pengusaha perikanan.
Menurut Femy ikan nike di Teluk Tomini merupakan gerombolan yang tersusun dari beberapa spesies.




