Sabtu, Juni 6, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Kajian

Apa itu Traceability dalam Perikanan?

redaksi
4 Mei 2019
Kategori : Kajian
0
Ikan tuna

Ikan tuna hasil tangkapan nelayan kecil Gorontalo di Teluk Tomini. FOTO: DARILAUT.ID

BILA ditanya ikan ditangkap (diambil) di mana, masih ada nelayan atau pengusaha perikanan yang menyembunyikan lokasinya.

Apalagi penangkapan yang bergantung pada rumpon. Masing-masing menyembunyikan koordinat rumpon tersebut.

Seorang nelayan menceritakan di Laut Maluku, depan mulut Teluk Tomini, ada rumpon yang diganti orang lain.

Bagian atas dipotong, diganti dengan ponton Filipina atau model lain. Bagian bawah, seperti tali dan pemberat tetap sebagaimana adanya.

Rumpon sebagai alat bantu dalam menangkap ikan banyak dilepas di laut. Dari kedalaman ratusan meter hingga ribuan meter.

Ada rumpon yang dijaga atau biasa disebut dengan tukang lampu. Rumpon ini memiliki gubuk kecil untuk beristirahat. Ada pula rumpon yang tanpa penjaga.

Hingga kini, sebagian besar rumpon (ada yang menyebut rakit dan ponton) tidak diketahui titik koordinatnya.

Rumpon ditebar begitu saja di laut, dan hanya pengusaha atau nelayan di kelompok itu yang tahu lokasinya. Banyaknya rumpon yang ditebar pun tidak sesuai dengan regulasi yang ada.

Dalam perdagangan dunia, tidak ada lagi yang ditutup-tutupi. Seperti halnya Traceability dalam industri perikanan. Sejak satu dekade lalu, Traceability ini telah d diterapkan oleh Uni Eropa dan Amerika Serikat.

Traceability atau ketertelusuran (keterlacakan) komoditi perikanan ini sebagai salah satu syarat untuk menjamin sumber pangan tersebut.

Halaman 1 dari 2
12Selanjutnya
Tags: PerikananTraceability
Bagikan27Tweet13KirimKirim
Previous Post

Hari ini Penenggelaman 51 Kapal Ikan Asing

Next Post

Angkatan Laut Vietnam Sesalkan Kejadian di Laut Natuna

Postingan Terkait

Antara IPERA dan Pajak dalam Badan Hukum (Koperasi) Pengelola Wilayah Pertambangan Rakyat

Antara IPERA dan Pajak dalam Badan Hukum (Koperasi) Pengelola Wilayah Pertambangan Rakyat

3 Juni 2026
Setelah Ekosistem Hutan Runtuh Perlu Pemulihan Berbasis Bentang Alam

Bagaimana Negara-negara Berkembang Dapat Mengumpulkan Dana Untuk Mengatasi Krisis Iklim

10 Maret 2026

Dari Gorontalo ke Eropa, Tiga Mahasiswa FIP UNG Ikuti Erasmus+ di Trnava University

Anak-Anak Pesisir Teluk Tomini di Era Digital

Siklon Senyar, Gajah di Pelupuk Mata dan Politik Ekologi Indonesia

AI dan Kerumunan

Ketika Dua Raksasa Paus Biru dan Hiu Paus Bertemu di Laut Tomini

Tulidu: Agar Motulidu, Harus Molu’udu

Next Post
Delegasi Angkatan Laut Vietnam

Angkatan Laut Vietnam Sesalkan Kejadian di Laut Natuna

Komentar tentang post

TERBARU

Jawa Timur Bagikan Praktik Baik Pengembangan Ekosistem Halal

Penguatan Ekosistem Halal Dorong Pertumbuhan Ekonomi Syariah Indonesia

Sisi Gelap Pusat Data Artificial Intelligence: Boros Air dan Listrik

Teknologi Artificial Intelligence Berdampak pada Lingkungan: Mengancam Air, Tanah dan Iklim

Dosen UNG Meriset Kebijakan Pendidikan Anak Usia Dini di Slovakia

Pemodelan Instrumen Penting dalam Penyelesaian Sengketa Lingkungan Hidup

AmsiNews

REKOMENDASI

Jelajah Kehidupan Bawah Laut Melalui Mata Lumba-lumba

Listrik Padam, Warga Ampana Mengungsi ke Tempat yang Lebih Tinggi

Besok UNG Menggelar Seminar Nasional Tentang Pemilu

Seperti Uni Eropa, Tingkat Kepatuhan Indonesia di IOTC 77 persen

Bakamla Tangkap 2 Kapal Jual Beli BBM Ilegal di Perairan Batam

Jembatan Kuning Palu Mulai Diangkat

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.