NTP juga menunjukkan daya tukar dari produk pertanian dengan barang dan jasa yang dikonsumsi maupun untuk biaya produksi.
NTP Naik
Kenaikan NTP bulan Desember 2025 dipengaruhi oleh kenaikan indeks harga hasil produksi pertanian yang diterima petani (It) dan penurunan indeks harga barang dan jasa yang dikeluarkan rumah tangga untuk keperluan produksi (IBPPBM), meskipun indeks harga barang dan jasa untuk konsumsi(IKRT) mengalami kenaikan.
Kenaikan NTP Desember 2025 terjadi pada subsektor tanaman hortikultura sebesar 95,72 persen dan subsektor tanaman pangan sebesar 0,59 persen.
Sebaliknya, kenaikan NTP Desember terjadi pada subsektor tanaman perkebunan rakyat, subsektor perkebunan, dan subsektor perikanan.
Pada Desember 2025, Indeks harga yang diterima petani (It) tercatat sebesar 150,81 atau naik 6,75 persen dibandingkan It November 2025.
Kenaikan It Desember 2025 terutama didorong oleh kenaikan It pada subsektor hortikultura sebesar 97,45 persen dan subsektor tanaman pangan sebesar 1,65 persen, subsektor peternakan sebesar 0,82 persen, dan subsektor perikanan budidaya sebesar 0,55.
Penurunan It terjadi pada subsektor tanaman perkebunan rakyat sebesar 0,55 persen, dan subsektor perikanan tangkap sebesar 0,62 persen.
Indeks Harga
Melalui Ib dapat dilihat fluktuasi harga barang dan jasa yang dikonsumsi oleh masyarakat perdesaan, khususnya petani yang merupakan bagian terbesar dari masyarakat perdesaan, serta fluktuasi harga barang dan jasa yang diperlukan untuk memproduksi hasil pertanian.




