“Untuk langkah-langkah selanjutnya sebaiknya kita menunggu dan mempercayakan proses penyelidikan KNKT dan hasilnya nanti, jadi tidak menimbulkan asumsi-asumsi publik yang tidak berdasar, ” kata Darmada.
Sebelumnya, pada Minggu (4/7) pukul 02.00 Wita, satu korban tenggelamnya KMP Yunicee ditemukan dalam keadaan meninggal. Jenazah terapung-apung di Perairan Muncar (Sembulungan).
Secara kebetulan korban dilihat oleh nelayan yang saat itu sedang melaut dengan memakai perahu gardan bernama Puri Koneng.
Karena tidak berani mengevakuasi, jenazah diikat dan dibawa ke bibir pantai. Selanjutnya kejadian itu dilaporkan kepada petugas yang berada di darat.
Ditemukan dompet milik korban beserta identitas lengkapnya. Berdasarkan tanda pengenal, korban atas nama Juliadi, umur 30 tahun, jenis kelamin laki-laki, warga Desa Ciampanan, Kecamatan Cineam, Kabupaten Tasikmalaya.
Jenazah Juliadi dibawa ke Rumah Sakit Blambangan untuk keperluan otopsi. Rencananya pihak keluarga akan memakamkan Juliadi di Banyuwangi.
Bersamaan dengan telah berakhirnya operasi SAR, seluruh unsur SAR yang terlibat akan kembali ke kesatuan masing-masing.
Darmada sekaligus SMC (SAR Mission Coordinator) mengucapkan terimakasih atas keterlibatan seluruh unsur SAR dalam operasi SAR kali ini.





Komentar tentang post