Akbar mengatakan, meskipun pandemi ini memberikan waktu bagi laut untuk beristirahat, masyarakat untuk tidak melupakan persoalan jangka panjang.
Antara lain peningkatan kapasitas sumber daya manusia, isu perubahan iklim, aktivitas perikanan yang tidak berkelanjutan, peningkatan populasi yang berujung pada peningkatan konsumsi, serta patiwisata yang tidak berkelanjutan.
“Setelah pandemi ini apakah kita akan kembali ke kebiasaan yang sebenarnya abnormal?” katanya.
Sementara analis akuakultur Wildan Gayuh Zulfikar, mengatakan, Covid-19 telah mengizinkan laut untuk regenerasi. Namun, di sisi lain memunculkan kekhawatiran pandemi akan memengaruhi aktivitas akuakultur di tanah air.
“Saat wabah mulai meluas, kekhawatiran terbesarnya adalah takut jika tidak bisa ekspor produk akuakultur lagi ke China,” ujarnya.*





Komentar tentang post