Ia menjelaskan bahwa upaya mencapai tujuan-tujuan tersebut telah membantu menurunkan angka kematian anak dan ibu, mencegah jutaan infeksi HIV baru, serta memperluas akses terhadap pendidikan, perlindungan sosial, energi terbarukan, dan berbagai layanan lainnya.
Namun, kemajuan yang dicapai menghadapi “hambatan besar” seperti konflik, melemahnya kerja sama internasional, krisis iklim, serangan terhadap hak-hak perempuan dan anak perempuan, serta kendala utang dan investasi, kata Guterres.
“Janji-janji yang dibuat pemerintah saat mengadopsi Tujuan-tujuan ini tidak ditepati,” ujar Guterres mengutip UN News.
“Sudah saatnya untuk menepati janji tersebut.”
Perdamaian Sebagai Prasyarat
Sekretaris Jenderal menekankan prioritas untuk memerangi ketimpangan, melindungi planet bumi, mendanai pembangunan berkelanjutan, serta memanfaatkan segala sarana dan teknologi yang ada guna mempercepat kemajuan.
Ia menyerukan peningkatan investasi di bidang pendidikan dan kesehatan, transisi yang adil menuju energi terbarukan, dukungan pendanaan dan utang yang lebih kuat bagi negara-negara berkembang, serta pemanfaatan teknologi secara lebih luas—seperti kecerdasan buatan yang “bertanggung jawab”.
Guterres menyatakan bahwa perdamaian merupakan landasan sekaligus faktor pendukung pembangunan berkelanjutan, seraya menegaskan perlunya upaya baru dari dunia internasional untuk mewujudkan perdamaian di mana pun.




