Pada sesi pembuka, komunitas seni Oikos Nomos menampilkan tari kreasi modern yang langsung disambut tepuk tangan meriah dari para penonton. Penampilan ini sekaligus menjadi pengantar menuju rangkaian perlombaan yang terdiri dari empat cabang utama, yaitu Lomba Puisi, Monolog, Vokalia, dan Tari.
Pada Lomba Puisi, para peserta diberi tema “Ekspresi dan Perubahan”. Setiap peserta menampilkan interpretasi yang berbeda melalui teknik vokal, penjiwaan, dan ekspresi wajah yang kuat. Beberapa penampilan berhasil menyentuh emosi penonton, membuat suasana hening sejenak sebelum akhirnya diwarnai tepuk tangan apresiatif.
Lanjut pada Lomba Monolog, cabang yang paling dinanti setiap tahunnya ini menyuguhkan cerita-cerita bertema sosial yang dekat dengan kehidupan mahasiswa. Kemampuan akting serta pendalaman karakter dari beberapa peserta mendapat pujian dari juri maupun penonton. Reaksi berupa sorakan dukungan dan tepuk tangan panjang membuat kompetisi ini semakin hidup.
Sementara itu, Lomba Vokalia dibagi menjadi dua kategori, yakni Dangdut dan Pop. Kategori dangdut menyuguhkan nuansa ceria dan penuh energi. Aksi panggung peserta dan irama musik yang menghentak menjadikan suasana semakin meriah. Sedangkan kategori pop menghadirkan penampilan dengan kualitas vokal yang lebih lembut dan emosional. Beberapa peserta menonjol berkat teknik vokal yang matang dan pilihan lagu yang mampu memikat penonton.




