Cabang terakhir adalah Lomba Tari, yang menjadi salah satu penampilan paling memukau. Koreografi yang ditampilkan beragam, mulai dari tari tradisional yang menonjolkan nilai budaya, hingga tari kontemporer yang lebih modern. Keindahan kostum yang warna-warni, gerakan luwes, dan harmoni musik menjadikan sesi ini sebagai salah satu yang paling ditunggu sepanjang acara.
Untuk menjaga objektivitas penilaian, panitia menghadirkan dewan juri dari empat jurusan di FEB UNG. Kehadiran ratusan mahasiswa yang memenuhi aula turut menciptakan atmosfer positif dan suportif, ditambah sorakan serta yel-yel penyemangat yang membangkitkan semangat para peserta.
Ketua Panitia PEKSIMITAS 2025, Andre Raji, menyampaikan rasa bangga atas kelancaran kegiatan. Ia mengapresiasi seluruh panitia, peserta, dan pendukung yang telah berkontribusi.
“Harapan kami, Pekan Seni Mahasiswa ini terus menjadi agenda rutin yang semakin berkembang dan menjadi kebanggaan FEB,” ujar Andre.
Sementara itu, perwakilan Sanggar Seni Oikos Nomos, Rahmat, menambahkan bahwa kegiatan seni seperti ini sangat penting untuk menemukan dan mengembangkan talenta mahasiswa FEB.
“Kami ingin Oikos Nomos menjadi ruang tumbuh bagi seniman muda FEB.”
Pemenang Pekan Seni Mahasiswa FEB 2025 akan diumumkan pada Acara Inagurasi pada Jumat, 21 November 2025 di Auditorium UNG. Kegiatan ini menjadi bukti bahwa seni tetap menjadi bagian penting dalam kehidupan mahasiswa, bukan hanya sebagai hiburan tetapi sebagai medium ekspresi, persatuan, dan kreativitas.




