“Perlu diingat gerhana yang sedang kita amati hari ini (saat) fase totalnya bulan berada dalam posisi yang rendah di horizon. Sementara kalau bulan atau matahari posisinya rendah di horizon akan cenderung berwarna kemerah-merahan akibat hamburan cahaya Bulan atau cahaya Matahari oleh atmosfer. Jadi selain skala tadi, (permukaan Bulan) akan tampak lebih merah karena posisi Bulan yang rendah di horizon,” kata Ferry seperti dikutip dari Itb.ac.id.
Di wilayah Bandung, Bulan terbit pada pukul 17.35 WIB dan sudah dalam fase gerhana parsial. Bulan mulai memasuki fase totalitas pada pukul 18.11 WIB yang kemudian berlangsung selama 14 menit.
Adapun puncak gerhana terjadi ditengah-tengah fase totalitas tepatnya pada pukul 18.18 WIB. Setelahnya Bulan akan kembali menuju fase parsial yang berakhir pukul 19.52 WIB lalu memasuki fase penumbra yang dapat diamati hingga pukul 20.49 WIB.
Astronom Observatorium Bosscha, Muhammad Yusuf, mengatakan kita bisa melihat akan ada banyak fase gerhana bulan total yang tampak indah jika kita potret. Bahkan jika dilihat dengan mata sekalipun.
Akan ada berbagai warna yang muncul yang tidak kita lihat sehari-hari. Pada saat purnama, kita sulit sekali melihat bintang karena cahaya bintang ditutupi oleh cahaya bulan.





Komentar tentang post