Sistem ini dijalankan selama periode 18 bulan dengan melacak penyebaran 146 ribu berita dan menggunakan interferensi berbasis jaringan melalui algoritma NETINF.
Secara umum, misinformasi mengacu pada penyebaran informasi yang tidak akurat secara tidak sengaja, sementara disinformasi tidak hanya tidak akurat tetapi juga dimaksudkan untuk menipu.
Strategi yang digunakan untuk memerangi maraknya misinformasi di media sosial adalah (i) pemeriksaan fakta oleh organisasi profesional dan (ii) moderasi komunitas oleh pengguna platform.
Dimulai dengan Twitter (sekarang X), kemudian Meta, pemeriksa fakta bergeser kepada komunitas yang menandakan adanya pergeseran dari kemitraan dengan organisasi pemeriksa fakta profesional.
Studi yang dilakukan Borenstein dkk menunjukkan moderasi komunitas bergantung dari hasil pemeriksa fakta profesional. Kesimpulan penelitian ini, moderasi komunitas yang berhasil bergantung pada pemeriksaan fakta profesional.
Moderasi komunitas yang efektif bergantung pada pengecekan fakta profesional hingga tingkat yang jauh lebih besar daripada yang dilaporkan sebelumnya.
Catatan komunitas dan pengecekan fakta profesional saling terkait erat—pemeriksa fakta melakukan penelitian mendalam di luar jangkauan pengguna platform amatir, sementara catatan komunitas mempublikasikan pekerjaan mereka.




