“Muncul adanya wisata, penelitian dan lainnya. Muncul adanya homestay untuk anak-anak kuliah yang KKN dan lainnya,” kata Sahal.
Salah satu bukti nyata manfaat mangrove ini adalah munculnya penjualan hasil produk laut seperti kepiting, rajungan, tiram.
Menurut Sahal, salah seorang pengelola tiram, mampu mendapatkan 5 kilogram tiram. Setiap satu kilogram tiram ditaksir dengan harga jual mencapai Rp 25 ribu.
Sahal mengatakan mangrove bisa menghasilkan sebagai tempat wisata baru. Kegiatan ini sudah berlangsung sejak 2013, yaitu berjualan hasil dari (manfaat) mangrove seperti kepiting, rajungan atau tiram.
“(Biasanya) ibu-ibu mengelola tiram. Satu kilogram dihargai Rp25.000. Sedangkan dalam sehari mampu memperoleh 5 kilogram tiram,” ujarnya.
Dengan hadirnya mangrove juga memberi ekosistem lingkungan hidup yang baik bagi keberlangsungan makhluk hidup. Mangrove menjadi tempat hidup bagi biota laut.
Total 11 ribu bibit pohon mangrove merupakan kolaborasi antara Dompet Dhuafa dengan BPBD Rembang. Dompet Dhuafa menyumbang 5000 bibit pohon mangrove.
Chief Executive Disaster Management Center (DMC) Dompet Dhuafa, Haryo Mojopahit, mengatakan kegiatan ini kolaborasi antara Dompet Dhuafa dengan pemerintah daerah.
Dompet Dhuafa menyumbang 5000 bibit pohon mangrove di kawasan pesisir Jawa Tengah. Ini merupakan salah satu komitmen kami dalam mengurangi risiko bencana atau mengantisipasi terjadinya bencana abrasi.





Komentar tentang post