Rabu, Juli 15, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Peneliti BRIN: Sistem Presipitasi di Kepulauan Indonesia Sangat Kompleks

redaksi
4 April 2026
Kategori : Berita
0
Peneliti BRIN: Sistem Presipitasi di Kepulauan Indonesia Sangat Kompleks

GAMBAR: BRIN

Darilaut – Pemahaman pola cuaca ekstrem di wilayah tropis Indonesia tak bisa hanya dengan mengandalkan pemodelan standar, akan tetapi perlu penggunaan teknologi observasi mutakhir.

Peneliti Ahli Madya Pusat Riset Iklim dan Atmosfer (PRIMA) Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) BRIN, Wendy Harjupa, mengatakan, sistem presipitasi di wilayah tropis kepulauan Indonesia memiliki struktur yang sangat kompleks.

Menurut Wendy, interaksi fisik di dalam awan tersebut seringkali sulit dipahami secara akurat jika hanya mengandalkan pemodelan standar tanpa dukungan data radar yang mendetail.

“Sistem presipitasi tropis memiliki tantangan ilmiah yang signifikan karena strukturnya yang kompleks,” kata Wendy dalam workshop  virtual  “Understanding Tropical Precipitation Systems Through Integrated Radar and Satellite Observations” yang digelar pada Selasa (31/3).

“Tanpa data radar yang presisi, kita akan kesulitan memahami interaksi fisik di balik fenomena hujan yang terjadi di wilayah Indonesia,” ujar Wendy mengutip Brin.go.id.

Wendy menjelaskan hasil riset mengenai struktur awan dan hujan di wilayah Indonesia. Dalam risetnya, menggunakan strategi integrasi antara data observasi lapangan dan teknologi radar darat.

Pendekatan ini bertujuan untuk memberikan perspektif komplementer (pelengkap) terhadap estimasi data satelit yang selama ini digunakan.

Halaman 1 dari 2
12Selanjutnya
Tags: BRINData CuacaPrediksi Cuacaprediksi cuaca resolusi tinggi
Bagikan1Tweet1KirimKirim
Previous Post

Mahasiswa Fakultas Kedokteran UNG Catat Kelulusan Tinggi

Next Post

Gempa Kuat M6,2 Guncang Sangihe dan Talaud, Sulawesi Utara

Postingan Terkait

Pendekatan Konservasi Integratif Paus Berbasis Kosmologi Masyarakat Adat Lamalera

Konservasi Paus Berkelanjutan di Lamalera Laut Sawu Nusa Tenggara Timur

14 Juli 2026
Pendekatan Konservasi Integratif Paus Berbasis Kosmologi Masyarakat Adat Lamalera

BRIN Bahas Konservasi Integratif Paus Berbasis Kosmologi Hidup Masyarakat Adat Lamalera

14 Juli 2026

Lamalera Spesialis Menangkap Paus Bergigi, Lamakera Tak Bergigi

Pendekatan Konservasi Integratif Paus Berbasis Kosmologi Masyarakat Adat Lamalera

Kosmologi Penangkapan Paus di Lamalera NTT Selaras dengan Konservasi Integratif

Lebih Dari 3 Juta Orang Dievakuasi Akibat Topan Bavi di Cina

Badai Tropis Bavi Bergerak ke Timur Laut Mendekati Qingdao, Kota di Pesisir Laut Kuning

6.000 Pelaut Masih Terdampar di Teluk Persia Saat Perang AS dan Iran Kembali Berkecamuk

Next Post
Gempa Kuat M6,2 Guncang Sangihe dan Talaud, Sulawesi Utara

Gempa Kuat M6,2 Guncang Sangihe dan Talaud, Sulawesi Utara

TERBARU

Konservasi Paus Berkelanjutan di Lamalera Laut Sawu Nusa Tenggara Timur

BRIN Bahas Konservasi Integratif Paus Berbasis Kosmologi Hidup Masyarakat Adat Lamalera

Lamalera Spesialis Menangkap Paus Bergigi, Lamakera Tak Bergigi

Pendekatan Konservasi Integratif Paus Berbasis Kosmologi Masyarakat Adat Lamalera

Kosmologi Penangkapan Paus di Lamalera NTT Selaras dengan Konservasi Integratif

Lebih Dari 3 Juta Orang Dievakuasi Akibat Topan Bavi di Cina

AmsiNews

REKOMENDASI

UNESCO Memperingatkan untuk Tidak Menebang Pohon di Pusat Kota Tokyo

Polusi Plastik Fokus Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun Ini

Siklon Tropis Fytia Menyebabkan Kehancuran di Madagaskar

Banjir dan Angin Kencang Kembali Menerjang Eropa

Topan Super Yagi Menewaskan 70 Orang di Filipina, Cina dan Vietnam

Talaud Kirim Perdana Ikan Tuna dengan Tol Laut

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.