Senin, Juni 29, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Peneliti UNG dan Vrije Universiteit Amsterdam Menyoroti Krisis Penggunaan Merkuri

redaksi
29 Juni 2026
Kategori : Berita, Kesehatan
0
Peneliti UNG dan Vrije Universiteit Amsterdam Menyoroti Krisis Penggunaan Merkuri

Tromol untuk pengolahan emas. FOTO: DARILAUT.ID

Studi ini mengajukan penyelarasan kebijakan lingkungan dengan prinsip maqasid al-syariah (tujuan syariat Islam). Kebijakan publik yang ditujukan untuk kesejahteraan kolektif menemukan legitimasinya dalam doktrin siyasah syar’iyyah.

Terlebih lagi, pendekatan tadarruj (transformasi bertahap) memberikan landasan yurisprudensi untuk menghindari pemaksaan mendadak yang justru berisiko memperdalam jurang informalitas.

Pada akhirnya, penghapusan merkuri tidak lagi dipandang semata-mata sebagai kewajiban administratif, melainkan sebuah amanah moral yang berakar pada prinsip hifz al-nafs (perlindungan jiwa) dan hifz al-bi’ah (pelestarian lingkungan).

Regulasi Sulit Ditegakkan

Akar masalah terletak pada tingginya angka informalitas, di mana sekitar 70-80% penambang emas skala kecil beroperasi tanpa izin resmi akibat syarat birokrasi yang mahal dan rumit.

Komitmen global (Konvensi Minamata) terhambat oleh lemahnya pengawasan dan masih beroperasinya rantai pasok merkuri ilegal dari tambang sinabar lokal.

Tingginya kemiskinan dan melonjaknya harga emas global membuat penambang lebih memilih merkuri karena harganya murah, mudah didapat, dan urusan ekonomi harian lebih mendesak daripada ancaman hukum.

Solusi

Belajar dari pengalaman lintas negara, seperti di Peru dan Ghana, efektivitas kebijakan akan meningkat jika regulasi dibarengi dengan formalisasi berbasis koperasi, kemudahan akses kredit, serta pelatihan teknologi tanpa merkuri.

Halaman 4 dari 5
Sebelumnya1...345Selanjutnya
Tags: Konvensi Minamata mengenai MerkurimerkuriPertambangan Emas Skala KecilUNGUniversitas Negeri Gorontalo
BagikanTweetKirimKirim
Previous Post

UNEP dan GEF Perkuat Pemantauan Merkuri dan Bahan Kimia Beracun

Postingan Terkait

UNEP dan GEF Perkuat Pemantauan Merkuri dan Bahan Kimia Beracun

UNEP dan GEF Perkuat Pemantauan Merkuri dan Bahan Kimia Beracun

29 Juni 2026
Badai Tropis Sedang Berkembang di Perairan Terbuka Samudra Hindia

Bibit Siklon Tropis 96W Terletak di Utara Timur Laut Morotai

29 Juni 2026

Temuan Ikan Purba Raja Laut di Perairan Pulau Siladen Penting Bagi Konservasi Coelacanth di Indonesia

Gempa Dahsyat Venezuela, 1.430 Orang Tewas dan 3.238 Terluka, Kerugian Ditaksir $6,7 miliar

Jalur Pelayaran Utama di Selat Hormuz Masih Terkontaminasi Ranjau Laut

PBB Evakuasi 2.500 Pelaut Melewati Selat Hormuz

Temuan Peneliti UNG Penderita Diabetes Tak Terkontrol Bisa Sebabkan Kebutaan

Korban Tewas Gempa Ganda Venezuela 920 Orang, 3.360 Terluka

TERBARU

Peneliti UNG dan Vrije Universiteit Amsterdam Menyoroti Krisis Penggunaan Merkuri

UNEP dan GEF Perkuat Pemantauan Merkuri dan Bahan Kimia Beracun

Bibit Siklon Tropis 96W Terletak di Utara Timur Laut Morotai

Temuan Ikan Purba Raja Laut di Perairan Pulau Siladen Penting Bagi Konservasi Coelacanth di Indonesia

Gempa Dahsyat Venezuela, 1.430 Orang Tewas dan 3.238 Terluka, Kerugian Ditaksir $6,7 miliar

Jalur Pelayaran Utama di Selat Hormuz Masih Terkontaminasi Ranjau Laut

AmsiNews

REKOMENDASI

Jelajah Kehidupan Bawah Laut Melalui Mata Lumba-lumba

3 Orang Tewas Tersambar Petir di Dekat Gedung Putih

Hari Ini KPU Kabupaten Gorontalo Menggelar Debat Publik

Memetakan Pusat Ekspor Perikanan di WPP 571

Petugas PSDKP Tarakan Tangkap 3 Pelaku Bom Ikan di Berau

Dinas Kominfo Kota Gorontalo Menggelar Malam Anugerah Film Pendek

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.