DAS Bolango mengalami tekanan perubahan penggunaan lahan dalam periode 2013-2033. Model proyeksi menunjukkan hutan menurun 14,25%, sementara pertanian lahan kering naik 42,37% dan permukiman melonjak 122,24%.
Perubahan ini berpotensi meningkatkan limpasan permukaan, sedimen, dan kerawanan bencana hidrometeorologi di hilir.

Penelitian ini memadukan: Analisis spasial GIS & Google Earth Engine untuk menghitung faktor-faktor erosi (R, K, LS, C, P). Prediksi perubahan penggunaan lahan hingga 2033 memakai model PLUS.
ABM untuk mensimulasikan perilaku para aktor seperti petani, pemerintah, dan investor yang memengaruhi keputusan penggunaan lahan dan praktik konservasi.
Model menunjukkan akurasi yang kuat (mis. R kuadrat = 0,83 dan RMSE = 12,7 t/ha/tahun), sehingga layak sebagai alat bantu pengambilan keputusan. Temuan kunci (yang relevan untuk publik & pembuat kebijakan)Rata-rata erosi berubah dari waktu ke waktu.
Rata-rata kehilangan tanah (soil loss) turun dari 59,08 t/ha/tahun (2013) menjadi 49,22 t/ha/tahun (2023), lalu sedikit naik menjadi 50,17 t/ha/tahun (2033). Tanpa intervensi, erosi total 2033 diproyeksikan sangat besar.
Skenario Business-as-Usual (BAU) memproyeksikan erosi total mencapai 2,63 juta ton/tahun pada 2033.
Intervensi berbasis praktik tani dan perlindungan lereng sangat efektif. Skenario Contour Farming (tanam mengikuti kontur) menurunkan erosi total menjadi 1,92 juta ton/tahun (turun 27%).




