Masih terkait dengan cerita pengalaman pelayaran Kapal Riset Ocean Explorer, Marina C. G. Frederik Periset Pusat Riset Laut Dalam BRIN menjelaskan misi besarnya sudah tertuang di dalam Kawasan Konservasi Laut KKP 2045.
“Misi kami mendirikan Kawasan Konservasi Laut di 30% perairan wilayah Indonesia dengan melengkapi riset terkait bencana gempa bumi dan tsunami. Hal ini lebih pada pemetaan bawah laut Indonesia untuk mendukung program internasional UN decade of Ocean Science di tahun 2030,” ujarnya.
Hal tersebut lantaran di dalam perairan Indonesia masih kurang atau belum banyak terpetakan.
Ini kalau kita lihat pada aplikasi Google Earth, untuk pemetaan wilayah Indonesia masih kurang kecil partimetrinya. Jadi kita membantu memetakannya, kata Marina.
Marina menjelaskan, hasil riset tersebut banyak kegunaannya antara lain untuk keselamatan pelayaran, identifikasi sumber daya laut, kajian bentuk-bentuk permukaan laut, dan juga sumber dayanya. Ada juga untuk layanan informasi pada seluler terkait bencana tsunami 2004 dan 2020.
“Dengan adanya musibah tersebut, banyak sekali anak-anak muda yang belajar mengenai kebencanaan dan geologi. Dengan kondisi tersebut, bisa dijadikan capaian riset kami selama 20 tahun. Saat ini banyak sekali ahli kebumian, kebencanaan, dan manajemen kelautan yang lebih terkait biodiversitas, dan sebagainya,” ujarnya.




