Organ paling terpengaruh terhadap keracunan Pb adalah sistem hematopoetik, sistem saraf pusat, sistem saraf tepi, dan ginjal.
Keracunan Pb dapat mempengaruhi sistem peredaran darah, sistem saraf, sistem urinaria, sistem reproduksi, sistem endokrin, dan jantung. Efek keracunan Pb menyebabkan penyakit paru-paru dan kerusakan saraf (neurotoksik).
Keracunan Pb memiliki efek buruk pada perilaku dan mental perkembangan anak-anak berusia 2-4 tahun. Paparan timbal pada masa kanak-kanak mempengaruhi perkembangan saraf dan temperamen anak usia dini.
Kadmium yang termakan akan menyebabkan mual, muntah, salivasi, diare dan kejang perut. Efek racun dari kadmium menyebabkan kerusakan pada paru, ginjal, hati dan tulang.
Sampel kerang hijau yang diperoleh para peneliti dari uranenggala, Kabupaten Cirebon dan Losari, Kabupaten Brebes tidak layak konsumsi karena Pb dan Cd melebihi ambang batas.
Kondisi paling buruk, menurut para peneliti, adalah kerang hijau dari Teluk Jakarta yang telah tercemar Hg, Pb, dan Cd dengan konsentrasi tinggi sehingga tidak layak dikonsumsi.
Mengonsumsi kerang hijau menjadi berbahaya jika dibudidayakan di perairan yang tercemar. Hasil ini menegaskan penelitian-penelitian yang telah dilakukan sebelumnya yang menyebutkan bahwa kerang hijau dari Teluk Jakarta tidak layak dikonsumsi akibat pencemaran logam berat (Hg, Pb, Cd).





Komentar tentang post