
Ada efek negatif dari penenggelaman kapal ini pada lingkungan?
Saya kira ada evaluasi, selama ini dalam beberapa kali kejadian kan ada peledakan. Nah itu kemudian mendapat protes dari beberapa pihak karena merusak lingkungan, kemudian pecahan kapal bisa menjadi sampah. Kemarin yang saya lihat metodenya ditenggelamkan jadi dibocorkan atau dimasukkan air sehingga kapalnya itu utuh tenggelam di dasar laut. Itu bisa menjadi rumah ikan dan juga bisa jadi ekosistem baru di perairan yang bisa mendukung kelestarian ikan.
Bagaimana bila kapal-kapal tersebut dihibahkan kepada nelayan Indonesia? Bukankah itu solusi yang lebih baik?
Jumlah kapal kita dengan tidak adanya kapal asing justru meningkat. Bila melihat online data KKP, kapal di atas 30 GT (gros ton) yang izin operasinya dikeluarkan oleh pemerintah pusat hampir berjumlah 5.000 kapal, kapal ikan dan kapal pengangkut. Memang dari struktur armada, kapal-kapal kita itu masih tradisional. Dari sekitar 500 ribuan kapal ikan sekarang, 4 persennya adalah kapal di atas 30 GT dan 94 persen itu kapal di bawah 30 GT. Karena mayoritas nelayan kita adalah nelayan-nelayan kecil, dengan kapal di bawah 3 GT yang paling banyak.
Yang kedua mengenai opsi kapal itu dihibahkan ke nelayan kita, itu pernah dicoba dulu bukan konsep yang baru, sudah pernah dicoba, dihibahkan ke pihak kampus, ke pemerintah daerah, dan juga kelompok-kelompok nelayan tapi kendalanya di operasional dan teknologi. Jadi operasionalnya sangat tinggi dan teknologinya relatif belum dikuasai oleh nelayan-nelayan kita sehingga butuh waktu untuk transfer teknologi.





Komentar tentang post