Kamis, November 5, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Pengerukan Pasir Menggerus Kawasan Perlindungan Laut

redaksi
11 Februari 2024
Kategori : Berita, Konservasi
0
Pengerukan Pasir Menggerus Kawasan Perlindungan Laut

Diperkirakan 4 miliar hingga 8 miliar ton pasir laut diekstraksi setiap tahunnya. Jumlah ini setara dengan 1 juta truk penuh dalam sehari. FOTO: Nur melalui AFP/Thomas O'Neill/UNEP

Darilaut – Pengerukan pasir dari dasar laut kini telah menggerus kawasan perlindungan laut (marine protected areas) di banyak tempat.

Melansir Unep.org, sepanjang tahun 2018 dan 2022 diperkirakan seperenam pengerukan terjadi di kawasan perlindungan laut, zona yang seharusnya menjadi suaka kehidupan bawah laut.

“Salah satu hal penting yang terungkap dalam beberapa bulan terakhir adalah betapa lazimnya pengerukan dilakukan di kawasan lindung,” kata kata Pascal Peduzzi, Direktur GRID Geneva, sebuah pusat informasi lingkungan yang diselenggarakan oleh Program Lingkungan PBB (UNEP).

“Sejujurnya, hal ini merupakan perkembangan yang mengkhawatirkan karena pengerukan sangat merusak dan seringkali kawasan ini sangat sensitif secara ekologis.”

Dekade terakhir, sekitar 16 persen pengerukan dilakukan di cagar alam laut yang dirancang untuk melindungi tanaman dan hewan yang rentan.

Dengan menggunakan aplikasi Marine Sand Watch yang diluncurkan UNEP pada bulan September 2023, praktik tersembunyi pengambilan pasir laut tersebut terekam.

Melalui platform Marine Sand Watch telah mengungkap sesuatu yang selama ini tidak terlihat menjadi tampak. Platform ini sebagai upaya untuk menyelamatkan cadangan pasir dunia yang semakin menipis.

Pasir dan kerikil merupakan bagian penting dari ekosistem laut. Material ini membentuk jembatan antara daratan dan lautan, melindungi garis pantai dari badai dan melindungi akuifer pesisir dari salinasi.

Halaman 1 dari 3
123Selanjutnya
Tags: Kawasan Perlindungan LautMarine Sand WatchPasir LautTambang PasirUNEP
Bagikan1Tweet1KirimKirim
Previous Post

Cadangan Pasir Laut Global Menipis, Pengerukan Merusak Ekosistem

Next Post

Calon Presiden Sepakat Menjunjung Tinggi Kemerdekaan Pers

Postingan Terkait

KLHK dan IPB University Ujicoba Alat Pengukur Tinggi Gelombang

Dunia Menuju Kondisi Melampaui Ambang Batas 1,5°C

5 November 2026
Peringatan Hari Konservasi di Bontang Mangrove Park

Dana Adaptasi Iklim Belum Cukup di Tengah Pemanasan Global yang Melampaui 1,5°C

5 November 2026

Mengukur dan Memprediksi Perubahan Permukaan Laut

Komisi Oseanografi Terbitkan Kerangka Kerja Pengamatan Permukaan Laut Global

Kelompok Talin di Raja Ampat Kembangkan Potensi Kelapa Kampung

Dosen UNG Perkuat Kapasitas Teknologi Marikultur di Cina

Tsunami dan Titik Rawan Bencana Multi-bahaya Beruntun di Wilayah Pesisir Cincin Api Pasifik

Tsunami Dahsyat Dari Dekat Semenanjung Kamchatka Rusia

Next Post
Calon Presiden Sepakat Menjunjung Tinggi Kemerdekaan Pers

Calon Presiden Sepakat Menjunjung Tinggi Kemerdekaan Pers

TERBARU

Mengapa Anak Muda Selalu Kalah dalam Politik Gorontalo?

Dunia Menuju Kondisi Melampaui Ambang Batas 1,5°C

Dana Adaptasi Iklim Belum Cukup di Tengah Pemanasan Global yang Melampaui 1,5°C

Mengukur dan Memprediksi Perubahan Permukaan Laut

Komisi Oseanografi Terbitkan Kerangka Kerja Pengamatan Permukaan Laut Global

Kelompok Talin di Raja Ampat Kembangkan Potensi Kelapa Kampung

AmsiNews

REKOMENDASI

Jejak 303 Hari Kemunculan Hiu Paus di Botubarani, Teluk Tomini

Tiap Tahun 7 Juta Kematian Dini Akibat Polusi Udara

Ini Kondisi Cuaca Akhir Tahun

Gempa Rusia M8,7: Kenaikan Muka Air Laut Terpantau di Sejumlah Wilayah Indonesia

Paus Pembunuh Ditemukan Mati Terdampar di Pulau Maratua

Kecelakaan Kapal di Banten, 21 Tim Peneliti Primata IPB Selamat

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.