Kamis, Agustus 6, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Peningkatan Karbon Dioksida di Udara Dapat Merusak Terumbu Karang

redaksi
27 Januari 2022
Kategori : Berita
0
Terumbu Karang Indonesia Kategori Buruk 33,82 Persen

Terumbu karang mengalami kerusakan, antara lain, karena pemutihan dan masuk kategori buruk. FOTO: DARILAUT.ID

Dalam melihat contoh di dunia nyata, para peneliti menemukan bahwa larva yang sangat terhubung (tempat mereka berakhir setelah bepergian) memiliki sekitar dua kali lebih banyak biomassa dari sumbernya.

Mereka juga menemukan bahwa ketika dilindungi, akan lebih mampu menahan gangguan manusia.

Para peneliti menyarankan temuan ini menunjukkan bahwa upaya untuk melestarikan terumbu karang harus mencakup perlindungan koridor, jika terumbu karang ingin bertahan.

Penelitian lanjutan perlu dilakukan untuk lebih memahami dampak pemanasan global (dan peningkatan kadar karbon dioksida) pada konektivitas terumbu karang.

Melalui penelitian ini dapat diketahui apakah terumbu dapat diselamatkan karena planet ini terus menghangat.

Mengutip Oseana (1988), karbon dioksida adalah senyawa kimia yang terbentuk dari 1 atom karbon dan 2 atom oksigen (CO2), yang mudah larut dalam air dingin, tidak berbau dan tidak berwarna.

Karbon dioksida termasuk gas yang reaktif dan banyak terdapat dalam air laut. Karbondioksida yang terdapat dalam air laut umumnya berasal dari udara melalui proses difusi. terbawa oleh air hujan, hasil proses respirasi mikroorganisme dan dari hasil penguraian zat-zat organik oleh mikroorganisme.

Dalam air laut, senyawa karbon dioksida terdapat dalam bentuk ion dan bentuk molekul. Dalam bentuk ion adalah ion bikarbonat (HCO3) dan karbonat (CO3) sedangkan dalam bentuk molekul adalah molekul karbon dioksida bebas (CO2) dan asam karbonat H2CO3).

Halaman 2 dari 3
Sebelumnya123Selanjutnya
Tags: Emisi gas rumah kacaKarbon DioksidaPemanasan GlobalPemanasan Lautpenyerap karbonPerubahan IklimTerumbu Karang
Bagikan8Tweet5KirimKirim
Previous Post

Menghindari Kematian Ikan Budidaya Secara Massal

Next Post

Spesiasi Ikan Karang Karena Variasi Frekuensi Kawin

Postingan Terkait

Badai Tropis Kujira Mendarat di Luzon Utara, Filipina

Badai Tropis Kujira Mendarat di Luzon Utara, Filipina

6 Agustus 2026
Topan Dolphin Mendekati Okinawa dan Amami, Maskapai Batalkan Penerbangan

Topan Dolphin Mendekati Okinawa dan Amami, Maskapai Batalkan Penerbangan

6 Agustus 2026

Gempa M5,9 Guncang Halmahera Utara

Puncak El Niño September dan Desember 2026

El Niño Menguat, 49 Juta Orang Akan Mengalami Kelaparan Akut, 225 Juta Rawan Pangan

Tim Pengabdian Universitas Terbuka Dorong Nelayan Payang Pelabuhan Ratu Beralih ke Teknologi Ramah Ekosistem

Provinsi Gorontalo Status Siaga Kekeringan

Badai Tropis Kujira Terbentuk di Laut Cina Selatan

Next Post
Spesiasi Ikan Karang Karena Variasi Frekuensi Kawin

Spesiasi Ikan Karang Karena Variasi Frekuensi Kawin

Komentar tentang post

TERBARU

Badai Tropis Kujira Mendarat di Luzon Utara, Filipina

Topan Dolphin Mendekati Okinawa dan Amami, Maskapai Batalkan Penerbangan

Gempa M5,9 Guncang Halmahera Utara

Puncak El Niño September dan Desember 2026

El Niño Menguat, 49 Juta Orang Akan Mengalami Kelaparan Akut, 225 Juta Rawan Pangan

Tim Pengabdian Universitas Terbuka Dorong Nelayan Payang Pelabuhan Ratu Beralih ke Teknologi Ramah Ekosistem

AmsiNews

REKOMENDASI

Sekelompok Ahli Bertemu Untuk Mengurangi Bahaya yang Berhubungan Dengan Air

Perburuan Dugong Masih Marak di Toli-Toli

Siklon Mawar Meningkat Menjadi Topan Super

Rantai Dingin untuk Mengatasi Krisis Pangan dan Iklim

BMKG Akhiri Peringatan Dini Tsunami Gempa M7,7 di Lepas Pantai Sarangani Filipina Selatan

Media Digital Ungkap Strategi Bertahan di Era AI di IDC AMSI 2025

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.