Ilmuwan dari University of South Florida menemukan pertumbuhan sargassum terbesar yang pernah tercatat, dan mereka mengatakan peningkatan masukan nutrisi adalah penyebabnya. Sama seperti ganggang merah dan ganggang biru-hijau, sargassum dipicu oleh nitrogen dan fosfor.
Mengutip Unep.org, kelebihan fosfor, seperti unsur hara penting lainnya, nitrogen, menghabiskan kekayaan tanah. Hal ini juga mencemari danau, sungai dan laut dalam proses yang dikenal sebagai eutrofikasi.
Hal ini menyebabkan pertumbuhan alga yang mencemari persediaan air minum dan menciptakan zona mati yang kekurangan oksigen, yang dapat membunuh ikan dan spesies air lainnya.
Polusi fosfor merupakan penyebab utama hilangnya keanekaragaman hayati dan berkontribusi terhadap degradasi ekosistem di mana umat manusia bergantung. Eutrofikasi diperkirakan merugikan perekonomian AS saja sebesar US$2,2 miliar setiap tahunnya.
Pada sesi keenam Majelis Lingkungan Hidup Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNEA-6), yang merupakan badan pengambil keputusan tertinggi di bidang lingkungan hidup di dunia, delegasi dari Negara-negara Anggota PBB diperkirakan akan membahas cara memajukan kerja sama global seputar nutrisi.
UNEA-6 akan berlangsung di Nairobi, Kenya, pada 26 Februari hingga 1 Maret 2024. UNEA-6 akan diadakan di Kantor Pusat Program Lingkungan PBB (UNEP).




