Judul ini pula menjadi salah satu topik yang dibahas Chiara bersama BRIN selama empat tahun belakangan.
Selain itu, perahu ini termasuk dalam topik pembahasan Indonesian Endangered Boat Building Heritage Program/ Program Warisan Bangunan perahu Indonesia yang Terancam Punah.
Chiara juga memperkenalkan pameran “Boat Legacy in Indonesia” yang sedang berlangsung di Universitas Indonesia (UI).
Menjadi pertanyaan beberapa kalangan, kenapa harus merekonstruksi perahu kuno? Perahu adalah mesin kuno tercanggih atau the most sophisticated machines of antique.
Proses pembuatannya dan fungsinya harus dipahami karena tingkatan teknologi dalam budaya dapat dipelajari dari perahu ini.
Rekonstruksi dan eksperimen dikontribusikan merupakan tanggung jawab pertanyaan riset serta menstimulasi riset berikutnya.
Proses rekonstruksi perahu melibatkan berbagai macam disiplin ilmu, seperti Etnografi, Iconography, Teknik Perkapalan, Modelling Tiga Dimensi, Arkeologi, dan sebagainya.
Perahu dapat direkonstruksi dengan benar bila kita melakukan modelling ulang menggunakan cara digital, karena sebagian perahu yang ditemukan arkeolog tidak berbentuk sempurna, kata Prof Chiara.
Chiara lalu memberi contoh beberapa perahu dari era Mesir kuno.
Peneliti BRIN, Agni Mochtar, mengatakan desain perahu Mesir kuno hampir mirip dengan perahu-perahu di Asia Tenggara.





Komentar tentang post