Dalam survei udara, tim berhasil mengidentifikasi hingga 913 individu penyu di perairan pesisir wilayah KKP3K KDPS
Citra udara yang dihasilkan memiliki tingkat ketelitian sangat tinggi dengan resolusi spasial berkisar antara 1,5 hingga 5 sentimeter. Resolusi ini memungkinkan tim membedakan penyu secara akurat dari objek lain di laut.
Manajer Senior Perlindungan Laut YKAN, Yusuf Fajariyanto mengatakan keterlibatan masyarakat dan pemanfaatan teknologi menjadi kunci penting dalam mendukung konservasi penyu di Berau.
“Konservasi penyu tidak bisa dilakukan hanya oleh pemerintah atau lembaga konservasi,” kata Yusuf.
“Peran masyarakat pesisir sangat penting karena mereka hidup berdampingan langsung dengan habitat penyu.”
Di sisi lain, menurut Yusuf, pemanfaatan teknologi pesawat nirawak beresolusi tinggi membantu memperoleh data sebaran penyu secara lebih cepat dan akurat di kawasan pesisir yang luas. Temuan ratusan individu penyu di KKP3K KDPS memperlihatkan bahwa wilayah ini merupakan habitat penting yang perlu terus dijaga bersama,” ujarnya.
Peran Aktif Masyarakat
Selain pemantauan ekologis, survei juga menggali persepsi masyarakat pesisir terhadap penyu. Sebanyak 75 nelayan dari Balikukup, Derawan, Maratua, Teluk Sulaiman, dan Biduk-Biduk diwawancarai dalam survei ini.



