Hasilnya menunjukkan tingkat kesadaran masyarakat terhadap pentingnya penyu relatif tinggi. Sebanyak 98 persen responden mengetahui bahwa memburu penyu merupakan tindakan ilegal. Mayoritas responden juga menilai keberadaan penyu penting bagi keseimbangan ekosistem laut dan mendukung pariwisata.
Sebagian besar nelayan mengaku masih sering menjumpai penyu di laut maupun di pantai sepanjang tahun, terutama penyu hijau dan penyu sisik. Banyak responden menilai populasi penyu kini mulai meningkat dibanding masa lalu karena adanya perlindungan hukum, pengawasan, dan kegiatan konservasi.

Pemantauan ini juga menunjukkan pentingnya menjaga keseimbangan antara konservasi dan aktivitas ekonomi masyarakat, termasuk perikanan dan pariwisata. Di sejumlah lokasi wisata seperti Sangalaki, Maratua, dan Derawan, pengelolaan aktivitas wisata yang baik dinilai mampu meminimalkan gangguan terhadap habitat penyu.
Pengelolaan Ekosistem Berkelanjutan
Sebagai kawasan konservasi dengan luas lebih dari 285 ribu hektare, KKP3K KDPS memiliki peran penting dalam menjaga keberlanjutan ekosistem pesisir dan laut di Berau.
Kawasan ini tidak hanya menjadi habitat penyu, tetapi juga rumah bagi keanekaragaman hayati penting lain seperti terumbu karang, lamun, mangrove, pari manta, hingga mamalia laut.



