Peneliti Pusat Penelitian Oseanografi LIPI, Dr A’an Johan Wahyudi, mengatakan, lingkungan laut dan pesisir sedang menghadapi ancaman global.
Menurut A’an, suhu semakin naik karena pemanasan global, pH semakin menurun (asam) karena meningkatnya CO2, dan kelarutan oksigen yang menurun.
“Dapat dipastikan bahwa semua ancaman tersebut akan berdampak pada biodiversitas dan ketahanan ekosistem laut,” katanya.
A’an mengatakan, kegiatan riset, pengembangan, dan pengkajian sangat dibutuhkan saat ini, terutama agar kita bisa melakukan pengelolaan laut dan pesisir dengan baik (SDGs13 Climate Action dan SDGs 14 Life Below Water).
Apalagi jika kita lihat, 99 persen area laut yang dapat dimanfaatkan tidak didukung oleh pengetahuan dasar tentang potensi dan biodiversitas untuk keperluan pengelolaan yang lestari.
Di wilayah perairan darat, krisis sumberdaya air bersih (SDGs 6 Clean Water and Sanitation), masalah pengelolaan DAS, dan masalah tata guna dan tata letak lahan untuk pemukiman penduduk dan penataan kota (SDGs 11 Sustainable cities and communities), adalah masalah dampak antropogenik.





Komentar tentang post