Senior Program Manager, Coral Triangle Center, Hesti Widodo mengatakan Indonesia menjadi titik yang sangat penting pada segitiga karang. Indonesia memiliki keanakeragaman hayati yang tinggi, tidak hanya terumbu karang, tapi juga mangrove, padang lamun yang luas, Keragaman ikan dan lainnya.
Menurut Hesti, pemerintah Indonesia bersama lainnya sudah masuk pada mosi negara menargetkan untuk perlindungan sumber daya laut. Dibutuhkan upaya bersama dengan target 30% laut di dunia pada tahun 2030.
Faktanya, saat ini walaupun laut untuk menutupi 70% wilayah permukaan bumi, hanya 2% saja yang terlindungi dan menyeluruh dari kegiatan yang merusak.
Saat ini istilah karbon biru belum menjadi familiar. Menurut Hesti masyarakat masih asing dengan karbon biru. Untuk lebih mempopulerkan atau memprioritaskan karbon biru, diperlukan peningkatan kesadaran masyarakat, kebijakan sebagai dasar serta panduan dan penerapan secara aktif di lapangan bersama kelompok pembuat kebijakan dan masyarakat umum.
Ketua Perkumpulan Warna Alam Indonesia (WARLAMI), Myra Widiono, mengatakan upaya WARLAMI dalam budaya bangsa melalui pemanfaatan mangrove sebagai pewarnaan alam. Produk pewarnaan alam dari hutan dan tanaman mangrove meningkatkan perekonomian dan pelestarian budaya masyarakat. Karbon biru membutuhkan upaya pelestarian dan pemulihan ekosistem mangrove.





Komentar tentang post