Berdasarkan data statistik, kontribusi rajungan di wilayah pengelolaan perikanan Negara Republik Indonesia (WPP-NRI) 712 yang meliputi perairan Laut Jawa sekitar 46,6 persen.
Hal ini menunjukkan bahwa WPP 712 merupakan penghasil rajungan terbesar di Indonesia. Data (jumlah) rajungan (terbesar) di Provinsi Jawa Tengah terdapat di Kabupaten Pemalang, Demak, Pati dan Rembang.
Rajungan merupakan komoditas penting dengan nilai ekspor hasil perikanan terbesar ketiga di Indonesia dengan tujuan ekspor utama adalah Amerika.
“Nilai ekspor rajungan Provinsi Jawa Tengah mencapai Rp 1,36 triliun di tahun 2018,” ujarnya.
Menteri Susi menjelaskan, semakin tingginya permintaan rajungan memungkinkan terjadinya penurunan stok rajungan di alam. Untuk itu, masyarakat setempat harus melakukan pengelolaan perikanan rajungan yang berkelanjutan agar sumber daya ini tetap lestari.
Jika berbagai hal itu dilakukan, nilai ekspor rajungan dari Jawa Tengah pun akan terus mengalami peningkatan. “Jadi harus disiplin, komitmen, dan konsisten untuk menjaga rajungan ini tetap banyak. Ini 4-5 tahun ini sudah bagus. Kalau mau disiplin, akan lebih bagus lagi,” kata Susi di hadapan ratusan nelayan yang hadir memadati pelataran SDN Betahwalang.*





Komentar tentang post