QS. Al-Mulk (67:3-5):
“Yang menciptakan tujuh langit berlapis-lapis. Tidaklah kamu lihat dalam ciptaan Tuhan Yang Maha Pemurah sesuatu yang tidak seimbang. Kembalilah kamu memandang, apakah kamu melihat sesuatu yang tidak seimbang? Kemudian, ulangi pandanganmu sekali lagi, niscaya pandanganmu itu akan kembali kepadamu tanpa menemukan sesuatu cacat, dan pandanganmu itu pun akan letih.”
Menurut Prof Ismail, ayat ini mendorong kita untuk memperhatikan dan menganalisis ciptaan Allah, mencari pola dan keseimbangan, yang relevan dengan pendekatan ilmiah.
QS. Al-Baqarah (2:164):
“Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan pergantian malam dan siang, dan kapal-kapal yang berlayar di laut dengan membawa apa yang bermanfaat bagi manusia, dan apa yang diturunkan Allah dari langit berupa air, lalu dengan air itu Dia menghidupkan bumi setelah mati (kering), dan Dia menebarkan di dalamnya segala jenis hewan, dan pengisaran angin dan awan yang dikendalikan antara langit dan bumi, (semua itu) sungguh merupakan tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang berpikir.”
”Ayat ini menekankan pentingnya memperhatikan dan memahami fenomena alam, yang relevan dengan pendekatan ilmiah dan analisis data,” kata Prof Ismail.
QS. Yunus (10:101):
“Katakanlah (Muhammad), Perhatikanlah apa yang ada di langit dan di bumi. Tidaklah bermanfaat tanda-tanda (kebesaran Allah) dan para rasul yang memberi peringatan bagi orang-orang yang tidak beriman.”




