Senin, Mei 4, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Inovasi Alat Tangkap Ikan Khas Bugis, Mandar dan Bajo

redaksi
22 April 2025
Kategori : Berita
0
Inovasi Alat Tangkap Ikan Khas Bugis, Mandar dan Bajo

Transaksi hasil tangkapan ikan nelayan Bajo di pemukiman laut Torsiaje Kabupapaten Pohuwato, Provinsi Gorontalo. FOTO: VERRIANTO MADJOWA

Darilaut – Ada berbagai alat penangkapan ikan tradisional melalui proses panjang yang selama ini digunakan nelayan Bugis, Mandar dan Bajo.

Peneliti Pusat Riset Kesejahteraan Sosial, Desa, dan Konektivitas (PR KSDK) Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Syamsul Bahri menjelaskan salah satu alat tangkap khas Bugis adalah bagang, yakni alat tangkap tradisional berbentuk seperti rumah-rumahan yang diturunkan ke dasar laut dengan bantuan pemberat.

Bagang rambo, sebuah inovasi lokal yang menjadi simbol kecerdikan teknologi perikanan tradisional.

Bagang ini dibangun dalam satu unit besar, dengan panjang rata-rata 22 meter dan lebar 4 meter. Perahu yang digunakan dilengkapi ratusan lampu pijar untuk menarik ikan.

“Produksi bagang rambo paling pesat ditemukan di kota Palopo. Lalu saat malam hari, laut di sekitar kota tampak gemerlap seperti kota terapung,” ujarnya.

Suku Mandar, yang kini dominan bermukim di wilayah Provinsi Sulawesi Barat, memiliki luas wilayah laut yang lebih besar dibanding daratan. Hal ini membuat masyarakat Mandar sangat erat dengan dunia kelautan dan menjadikan nelayan sebagai profesi utama.

Yang menarik, penyebutan nelayan kerap disesuaikan dengan jenis alat tangkap yang digunakan. Contohnya nelayan panggae (menggunakan jaring gae), nelayan parrumpon (memanfaatkan rumpon sebagai alat bantu tangkap).

Halaman 1 dari 3
123Selanjutnya
Tags: BRINNelayan BajoNelayan BugisNelayan MandarSyamsul Bahri BRIN
Bagikan2Tweet1KirimKirim
Previous Post

Merawat Tradisi Nelayan Bugis, Mandar dan Bajo

Next Post

UNG Mengadakan Takziah Hari ke-7 Musibah KKN Desa Dunggilata

Postingan Terkait

65,8 Persen Pantai Utara Jawa Mengalami Erosi

65,8 Persen Pantai Utara Jawa Mengalami Erosi

4 Mei 2026
Dr. Raghel Yunginger: Pencapaian SDGs di Daerah Belum Optimal

Dr. Raghel Yunginger: Pencapaian SDGs di Daerah Belum Optimal

4 Mei 2026

Tarsius yang Ditemukan di Gorontalo Berpotensi Hasil Persilangan Dua Spesies Berbeda

PBB Mendesak Agar Serangan Terhadap Pekerja Media dan Jurnalis Diakhiri

Asia Selatan Bersiap Menghadapi Curah Hujan di Bawah Normal dan El Nino

Dinamika Atmosfer: Suhu Panas dan Hujan Tidak Merata

Heatstroke Akibat Suhu Panas Dapat Menyerang Jantung

Serangan Online Terhadap Jurnalis Perempuan Berdampak pada Kesehatan Mental

Next Post
UNG Mengadakan Takziah Hari ke-7 Musibah KKN Desa Dunggilata

UNG Mengadakan Takziah Hari ke-7 Musibah KKN Desa Dunggilata

TERBARU

65,8 Persen Pantai Utara Jawa Mengalami Erosi

Dr. Raghel Yunginger: Pencapaian SDGs di Daerah Belum Optimal

Tarsius yang Ditemukan di Gorontalo Berpotensi Hasil Persilangan Dua Spesies Berbeda

PBB Mendesak Agar Serangan Terhadap Pekerja Media dan Jurnalis Diakhiri

Asia Selatan Bersiap Menghadapi Curah Hujan di Bawah Normal dan El Nino

Dinamika Atmosfer: Suhu Panas dan Hujan Tidak Merata

AmsiNews

REKOMENDASI

Pemerintah Rancang Solusi Jangka Panjang Hadapi Bencana Alam

Gubernur Perpanjang Tanggap Darurat di Sulawesi Tengah

Selesai Dibangun, Sabuk Nusantara 88 Menuju Sanana

HD1 Galaksi Paling Jauh Berjarak 13,5 Miliar Tahun Cahaya Dari Bumi

Lebaran 2020, Kemenhub Uji Petik Kapal Penumpang

Gangguan Tropis Tumbuh di Utara Manokwari, Badai Agatha di Meksiko

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.