Kamis, November 5, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Inovasi Alat Tangkap Ikan Khas Bugis, Mandar dan Bajo

redaksi
22 April 2025
Kategori : Berita
0
Inovasi Alat Tangkap Ikan Khas Bugis, Mandar dan Bajo

Transaksi hasil tangkapan ikan nelayan Bajo di pemukiman laut Torsiaje Kabupapaten Pohuwato, Provinsi Gorontalo. FOTO: VERRIANTO MADJOWA

Darilaut – Ada berbagai alat penangkapan ikan tradisional melalui proses panjang yang selama ini digunakan nelayan Bugis, Mandar dan Bajo.

Peneliti Pusat Riset Kesejahteraan Sosial, Desa, dan Konektivitas (PR KSDK) Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Syamsul Bahri menjelaskan salah satu alat tangkap khas Bugis adalah bagang, yakni alat tangkap tradisional berbentuk seperti rumah-rumahan yang diturunkan ke dasar laut dengan bantuan pemberat.

Bagang rambo, sebuah inovasi lokal yang menjadi simbol kecerdikan teknologi perikanan tradisional.

Bagang ini dibangun dalam satu unit besar, dengan panjang rata-rata 22 meter dan lebar 4 meter. Perahu yang digunakan dilengkapi ratusan lampu pijar untuk menarik ikan.

“Produksi bagang rambo paling pesat ditemukan di kota Palopo. Lalu saat malam hari, laut di sekitar kota tampak gemerlap seperti kota terapung,” ujarnya.

Suku Mandar, yang kini dominan bermukim di wilayah Provinsi Sulawesi Barat, memiliki luas wilayah laut yang lebih besar dibanding daratan. Hal ini membuat masyarakat Mandar sangat erat dengan dunia kelautan dan menjadikan nelayan sebagai profesi utama.

Yang menarik, penyebutan nelayan kerap disesuaikan dengan jenis alat tangkap yang digunakan. Contohnya nelayan panggae (menggunakan jaring gae), nelayan parrumpon (memanfaatkan rumpon sebagai alat bantu tangkap).

Halaman 1 dari 3
123Selanjutnya
Tags: BRINNelayan BajoNelayan BugisNelayan MandarSyamsul Bahri BRIN
Bagikan3Tweet2KirimKirim
Previous Post

Merawat Tradisi Nelayan Bugis, Mandar dan Bajo

Next Post

UNG Mengadakan Takziah Hari ke-7 Musibah KKN Desa Dunggilata

Postingan Terkait

KLHK dan IPB University Ujicoba Alat Pengukur Tinggi Gelombang

Dunia Menuju Kondisi Melampaui Ambang Batas 1,5°C

5 November 2026
Peringatan Hari Konservasi di Bontang Mangrove Park

Dana Adaptasi Iklim Belum Cukup di Tengah Pemanasan Global yang Melampaui 1,5°C

5 November 2026

Mengukur dan Memprediksi Perubahan Permukaan Laut

Komisi Oseanografi Terbitkan Kerangka Kerja Pengamatan Permukaan Laut Global

Kelompok Talin di Raja Ampat Kembangkan Potensi Kelapa Kampung

Dosen UNG Perkuat Kapasitas Teknologi Marikultur di Cina

Tsunami dan Titik Rawan Bencana Multi-bahaya Beruntun di Wilayah Pesisir Cincin Api Pasifik

Tsunami Dahsyat Dari Dekat Semenanjung Kamchatka Rusia

Next Post
UNG Mengadakan Takziah Hari ke-7 Musibah KKN Desa Dunggilata

UNG Mengadakan Takziah Hari ke-7 Musibah KKN Desa Dunggilata

TERBARU

Mengapa Anak Muda Selalu Kalah dalam Politik Gorontalo?

Dunia Menuju Kondisi Melampaui Ambang Batas 1,5°C

Dana Adaptasi Iklim Belum Cukup di Tengah Pemanasan Global yang Melampaui 1,5°C

Mengukur dan Memprediksi Perubahan Permukaan Laut

Komisi Oseanografi Terbitkan Kerangka Kerja Pengamatan Permukaan Laut Global

Kelompok Talin di Raja Ampat Kembangkan Potensi Kelapa Kampung

AmsiNews

REKOMENDASI

Coscinium fenestratum, Obat Tradisional Malaria di Pulau Batanta

Mahasiswa Bentuk Koperasi Nelayan di Selayar

Bantuan Permodalan untuk Nelayan Semarang

Produk Batik Motif Mangrove Jadi Unggulan di Semarang

Cek Fakta di Sekolah dan Kampus Tingkatkan Nalar Kritis Anak Muda

Vanuatu Negara di Kawasan Cincin Api Pasifik yang Rawan Bencana

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.